Banjir di Tanjungkerta Kroya Indramayu, Satu Unit Mobil Sempat Terseret Arus

Krimsus86.com Indramayu, Jawa Barat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu menyebabkan Sungai Cibanoang meluap dan memicu banjir di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, pada Jumat, 17 April 2026. Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil milik warga sempat terseret arus banjir.

Mobil jenis Honda Brio dengan nomor polisi E 1726 SK diketahui milik Kamsari (38), warga Desa Legok, Kecamatan Lohbener. Kendaraan tersebut terseret arus saat melintas di lokasi yang terdampak luapan sungai.

Berita Lainnya

Kapolsek Kroya, Iptu Khaerudin Zuhri, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut telah berhasil dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar.

“Mobil sudah berhasil dievakuasi dan saat ini berada di sekitar lokasi kejadian. Rencananya kendaraan akan ditarik (towing) oleh pemiliknya,” ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong pada Kamis pagi (16/4/2026) dengan menggunakan peralatan sederhana berupa tambang untuk menarik kendaraan keluar dari genangan banjir.

Akibat terendam air, kendaraan mengalami kerusakan pada bagian mesin dan tidak dapat dioperasikan. Pemilik berencana membawa mobil tersebut ke bengkel untuk perbaikan lebih lanjut.

Kapolsek menambahkan, banjir disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam (15/4/2026). Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Cibanoang meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

“Curah hujan tinggi terjadi hampir setiap hari pada sore hingga malam, sehingga mengakibatkan sungai meluap,” jelasnya.

Selain merendam pekarangan rumah warga, banjir juga sempat mengganggu akses jalan, khususnya di wilayah Blok Bangong Desa Tanjungkerta dan jalan desa di Blok Rendong, Desa Sukaslamet.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kroya, Cahyandi, menyampaikan bahwa pendataan dampak banjir masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem susulan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.(Wardono Korwil Jawa Barat)

Pos terkait