Momen Haru di KUA Baleendah: KDM-Saksikan Akad Nikah Pasangan disabilitas

Krimsus86.com-Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Barat, H. Dudu Rohman atau Kang Dudu Rohman (KDR), menghadiri prosesi akad nikah pasangan penyandang disabilitas tunarungu, Muhammad Sayyid Az Zahiri dan Naila Puja Rislani, di KUA Kecamatan Baleendah, Jumat (1/5/2026).

Kehadiran KDM dan KDR sebagai saksi pernikahan menjadi sorotan publik. Sebelumnya, kedua mempelai secara langsung meminta keduanya untuk hadir. Momen tersebut sempat viral di media sosial dan mendapat perhatian luas masyarakat.

Berita Lainnya

Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan lancar. Turut hadir Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, H. Ahmad Zayadi; Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi; Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Jabar, H. Agus Sutisna; serta Kepala KUA Kecamatan Baleendah, H. Rohmat, yang bertindak sebagai penghulu.

Usai prosesi, Gubernur Dedi Mulyadi meninggalkan lokasi. Sebelum beranjak, ia berpesan kepada kedua mempelai agar membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kesabaran, dan saling pengertian.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengapresiasi layanan KUA Baleendah yang tetap optimal meski berlangsung pada hari libur nasional. Ia menilai pelayanan yang diberikan profesional, inklusif, dan ramah disabilitas.

“Ini bukti nyata KUA hadir sebagai pusat layanan keagamaan yang inklusif. Kita saksikan langsung saudara kita penyandang disabilitas menjalani akad nikah dengan baik dan penuh penghormatan,” ujarnya.

Zayadi menegaskan komitmen Kemenag untuk terus meningkatkan kapasitas penghulu dan memperkuat infrastruktur. Salah satunya rencana pembangunan dan revitalisasi KUA Baleendah melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2027.

Ia juga mengapresiasi sinergi Kemenag dan Pemprov Jabar. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci transformasi layanan keagamaan yang lebih baik.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman, menyatakan pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Salah satunya pengembangan aula KUA agar bisa difungsikan sebagai tempat akad nikah yang representatif bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami terus membangun jejaring dengan berbagai pihak, termasuk Pemprov Jabar. Aula KUA harus bisa dimanfaatkan masyarakat agar lebih hemat dan mudah diakses,” jelasnya.

Dudu juga mengapresiasi para penghulu dan kepala KUA yang tetap melayani tanpa mengenal hari libur. “Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Kekuatan kita hari ini terletak pada kolaborasi, bukan hanya individu,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi simbol komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

(Jr/red bandung )

Pos terkait