MBG Libur, Harga Sembako di Lampung Timur Turun Drastis, Warga Mengaku Terbantu

Lampung Timur | Krimsus86.com

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Lampung Timur mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Penurunan harga tersebut dirasakan masyarakat sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara selama masa libur panjang sekolah.

Berita Lainnya

Salah seorang pedagang di Pasar Karang Anom, Kecamatan Way Wawai Karya, Imah, mengatakan harga beberapa komoditas mulai turun dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, harga ayam potong yang sempat mencapai Rp30.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp26.000 per kilogram.

“Sejak Program MBG libur, harga ayam dari pemasok ikut turun sehingga harga jual di pasar juga menurun. Pembeli merasa lebih terbantu,” ujar Imah.

Selain ayam, harga telur ayam juga mengalami penurunan dari kisaran Rp26.000–Rp30.000 per kilogram menjadi sekitar Rp22.000–Rp23.000 per kilogram.

Tidak hanya itu, sejumlah komoditas lain seperti sayuran, cabai, dan minyak goreng turut mengalami penurunan harga. Harga satu ikat kacang yang sebelumnya berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 kini menjadi sekitar Rp8.000. Sementara harga cabai yang sebelumnya mencapai Rp100.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram. Minyak goreng yang sebelumnya dijual sekitar Rp23.000 per liter kini berada di kisaran Rp20.000 per liter.

Sejumlah warga mengaku bersyukur atas turunnya harga kebutuhan pokok tersebut. Menurut mereka, kondisi ini sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, sekarang harga-harga turun. Beban belanja keluarga menjadi lebih ringan dibandingkan sebelumnya,” ungkap salah seorang warga.

Hal senada disampaikan pedagang sayur di Pasar Karang Anom. Ia mengatakan sejak Program MBG berhenti sementara karena libur sekolah, harga berbagai kebutuhan pokok seperti ayam, telur, sayuran, bumbu dapur, hingga beberapa komoditas lainnya ikut mengalami penurunan.

Meski demikian, keterkaitan antara liburnya Program MBG dengan turunnya harga bahan pokok masih merupakan pandangan para pedagang dan warga di lapangan. Belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait mengenai faktor utama yang menyebabkan penurunan harga tersebut.

(M. Dahlan)

Pos terkait