MUARA ENIM — KRIMSUS86.COM — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Desa Tanjung Raja, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Peristiwa tersebut melibatkan dua perempuan yang sedang melintas menggunakan sepeda motor matic di kawasan pekerjaan pengerukan dan perbaikan jalan.
Kecelakaan diduga terjadi saat kedua korban melintasi ruas jalan yang tengah dalam proses pengerjaan dan pengerukan aspal. Kondisi lokasi yang remang-remang serta diduga minim penerangan dan belum dilengkapi rambu-rambu atau tanda peringatan yang memadai membuat pengendara kesulitan melihat kondisi permukaan jalan.
Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai korban diduga mengalami selip di antara bagian jalan yang digali dan permukaan aspal hingga kedua korban terjatuh. Salah satu korban bernama Nanda dilaporkan sempat pingsan setelah kepalanya membentur permukaan aspal.
Nanda mengalami luka cukup serius pada bagian atas kepala dan mendapatkan beberapa jahitan. Selain itu, korban juga mengalami luka pada siku kanan serta lutut sebelah kiri dan harus mendapatkan penanganan medis.
Melihat kejadian tersebut, Sekjen GRIB JAYA DPC Kabupaten Muara Enim, EFRIYADI SB, bersama awak media Krimsus86.com, Machmud Abadi, segera memberikan pertolongan kepada kedua korban.
Dengan sigap, EFRIYADI SB membantu mengevakuasi kedua korban dan membawa mereka ke Puskesmas Tanjung Enim untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak keluarga korban juga segera dihubungi agar dapat datang dan memastikan kondisi anak mereka.
Selain membantu proses evakuasi, EFRIYADI SB turut membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian agar kendaraan dapat melintas dengan aman dan situasi lalu lintas kembali berjalan normal.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kedua korban sebelumnya baru dalam perjalanan pulang dari arah Muara Enim. Saat melintas di lokasi, kondisi jalan disebut dalam keadaan remang-remang, antara terang dan gelap. Sementara itu, pekerjaan pengerukan dan perbaikan jalan diduga belum dilengkapi rambu-rambu peringatan yang cukup terlihat oleh pengguna jalan.
Kondisi tersebut diduga membuat pengendara tidak mengetahui secara jelas adanya perbedaan permukaan antara bagian jalan yang digali dengan badan jalan beraspal hingga akhirnya sepeda motor korban mengalami selip dan terjatuh.
Adapun pekerjaan jalan di lokasi tersebut disebut berkaitan dengan kegiatan pengerjaan oleh PT Waskita Fajar Indo. Namun, terkait penyebab pasti kecelakaan dan pihak yang bertanggung jawab, hal tersebut masih perlu diklarifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang serta pihak terkait pekerjaan jalan.
Saat ini, kedua korban telah diperbolehkan pulang ke rumah untuk menjalani perawatan dan pemulihan.
Keluarga korban berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian serta pertanggungjawaban sesuai ketentuan apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian dalam pengamanan lokasi pekerjaan jalan, khususnya terkait penerangan dan pemasangan rambu peringatan bagi pengguna jalan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian agar setiap pekerjaan pengerukan maupun perbaikan jalan yang berlangsung di jalur lalu lintas dapat dilengkapi penerangan, pembatas, dan rambu-rambu keselamatan yang memadai sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.
(Machmud//red)






