MUARA ENIM — KRIMSUS86.COM — Karang Asam Festival (KAF) 2026 resmi dibuka pada Kamis (17/9/2026) di Lapangan Karangasam, Kecamatan Tanjungenim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Festival budaya yang berlangsung hingga 20 September 2026 tersebut mengusung tema “DIFFUSION: Penyebaran Kebudayaan dan Kearifan Lokal”. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan seni, budaya, kearifan lokal, serta potensi ekonomi kreatif Kabupaten Muara Enim kepada masyarakat yang lebih luas.
Acara pembukaan dihadiri Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Muara Enim. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., Forkopimcam Lawangkidul, para lurah dan kepala desa, manajemen PT Bukit Asam (PTBA), para seniman, serta tamu undangan lainnya.
Budaya Harus Terus Bergerak dan Menyebar
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan bagian yang terus berkembang dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, festival budaya bukan sekadar menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas nilai-nilai kebudayaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Budaya tidak boleh terhenti di satu tempat, kreativitas tidak boleh berhenti di satu generasi, dan manfaat pembangunan tidak boleh berhenti di satu kelompok masyarakat,” ujar Dr. Rudi Irawan.
Ia menambahkan, semangat “Diffusion” dalam Karang Asam Festival diharapkan mampu mendorong penyebaran nilai-nilai luhur budaya dari panggung pertunjukan kepada masyarakat, dari tradisi kepada generasi muda, serta mengembangkan kreativitas menjadi peluang ekonomi.
“Dari Muara Enim, kita ingin dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar internasional,” tegasnya.
Pembukaan KAF 2026 kemudian ditandai dengan pemukulan gong secara bersama-sama oleh Plt. Bupati Muara Enim dan Kepala Disbudpar Provinsi Sumatera Selatan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian festival.
Sajikan Seni Budaya hingga Festival Jaranan
Selama empat hari penyelenggaraan, Karang Asam Festival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku seni, budaya, UMKM, serta masyarakat.
Sejumlah agenda utama yang disiapkan antara lain pentas seni budaya yang menampilkan kolaborasi grup seni tradisional dan modern dari berbagai wilayah di Kabupaten Muara Enim.
Selain itu, terdapat Festival Jaranan se-Sumatera Selatan yang menjadi salah satu agenda utama. Kegiatan tersebut mempertemukan sejumlah grup jaranan dari berbagai daerah untuk menampilkan kemampuan seni, gerak tari, serta kreativitas masing-masing.
Festival juga menghadirkan bazar kuliner dan UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memasarkan makanan tradisional, kuliner khas daerah, serta berbagai produk kerajinan kepada pengunjung.
Kehadiran sektor UMKM diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang ke festival.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta perusahaan mitra seperti PT Bukit Asam (PTBA), Karang Asam Festival 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pelestarian kebudayaan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan potensi pariwisata daerah.
Melalui tema “DIFFUSION”, KAF 2026 membawa pesan bahwa budaya dan kearifan lokal perlu terus diwariskan, dikembangkan, serta diperkenalkan secara lebih luas agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
(Pewarta: Heri Bule)






