Krimsus86.com-jakarta-Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya atau GRIB Jaya menyatakan akan melaporkan balik penulis Ahmad Bahar terkait dugaan fitnah terhadap ketua umum mereka, Hercules.
Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Hukum dan Advokasi GRIB Jaya, Novianus Martin Bau, dalam konferensi pers di markas GRIB Jaya, Minggu (24/5/2026) malam.
“Kami akan segera membuat laporan polisi dalam waktu dekat,” ujar Martin.
Sebelumnya, Hercules lebih dahulu dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan, penodongan senjata tajam, dan pemaksaan membuka hijab terhadap putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana.
Martin membantah seluruh tuduhan yang disampaikan kuasa hukum Ilma, Gufroni. Ia meminta semua pihak memastikan kebenaran informasi sebelum menyampaikan pernyataan ke publik.
“Ketika kita ingin menangani suatu perkara, kita harus memastikan kebenarannya atau benar-benar mengecek terkait kebenaran itu sendiri, sehingga tidak membangun narasi-narasi yang membuat gaduh di masyarakat,” kata Martin.
Hercules juga menegaskan dirinya siap menghadapi proses hukum karena merasa tidak pernah melakukan penyekapan terhadap Ilma. Menurut dia, Ilma dibawa ke markas GRIB Jaya di Jakarta Barat untuk mencari tahu asal nomor WhatsApp yang diduga digunakan meneror istrinya.
Ia membantah tuduhan adanya pemaksaan membuka hijab maupun penodongan senjata tajam.
“Mengenai tuduhan bahwa kerudungnya dipaksa dibuka atau ditodong senjata api, itu semua adalah fitnah. Ada saksi mata, yaitu pak RW. Anak itu kami perlakukan dengan baik. Di sini ada lima anggota GRIB perempuan yang menemani,” ujar Hercules.
Sementara itu, Ilma sebelumnya mengaku dipaksa ikut oleh sejumlah orang yang datang ke rumahnya di Cimanggis, Depok, pada Minggu (17/5/2026), untuk mencari keberadaan ayahnya.
“Saya sudah bilang, saya enggak mau ikut. Karena yang dicari bapak. Tapi mereka tetap memaksa saya untuk ikut,” kata Ilma kepada wartawan usai mendatangi Komnas HAM di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Ilma mengatakan, jumlah orang yang datang ke rumahnya terus bertambah sehingga membuat dirinya merasa takut. Ia akhirnya ikut ke markas GRIB Jaya setelah ketua RW dan Babinsa setempat datang ke lokasi.
Sesampainya di markas GRIB Jaya, Ilma mengaku mendapat intimidasi verbal dari Hercules yang menuding dirinya mengancam sang ketua umum dan istrinya melalui pesan WhatsApp.
“Beliau masih tetap bilang, ‘kamu nih ya ngapain ancam-ancam saya dan istri saya’. Saya bilang, ‘maaf Pak, bukan saya’. Tapi beliau tetap tidak percaya,” ujar Ilma.
Editor:Efri






