DENGAN TAGLINE “AMANAH”, BUNTARAN YOYO MEMERAHKAN LANGIT DESA SEMINAR SALIT

SEMINAR SALIT, KRIMSUS86.COM — Desa Seminar Salit kembali memasuki momentum penting dalam menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan. Di tengah dinamika dan harapan masyarakat, Buntaran yang akrab disapa Yoyo menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Kepala Desa Seminar Salit.

Dengan membawa pesan sederhana namun penuh makna, Buntaran Yoyo memohon doa dan restu dari seluruh masyarakat Desa Seminar Salit.

Berita Lainnya

Momen pendaftaran tersebut berlangsung meriah. Sekitar 300 orang pendukung turut mengantarkan Buntaran Yoyo. Massa yang datang dari berbagai elemen masyarakat memadati lokasi dan menghadirkan suasana penuh semangat, kekompakan, serta harapan terhadap masa depan desa.

“AMANAH” MENJADI TAGLINE PERJUANGAN

Mengusung tagline “AMANAH”, Buntaran Yoyo menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab besar kepada masyarakat dan kepada Allah SWT.

Menurutnya, amanah bukan sekadar tulisan yang terpampang pada poster atau spanduk, tetapi prinsip yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, kejujuran, keterbukaan, pelayanan yang tulus, serta keberanian mempertanggungjawabkan setiap keputusan.

“Insyaallah, amanah bukan hanya tulisan di poster. Amanah adalah janji yang akan diuji oleh waktu dan oleh tindakan.”

DUKUNGAN TOKOH MASYARAKAT DAN GENERASI MUDA

Dalam iring-iringan pendaftaran tersebut tampak sejumlah tokoh masyarakat Seminar Salit, di antaranya H. Masurung, H. Masarang, H. Dahlis, Safii, Ibrahim H. Abu, Ahakam, Sahdan Dano, Hasanuddin Tuwo, dan Ahmad Sarif.

Kehadiran para tokoh masyarakat tersebut menjadi dukungan moral bagi langkah Buntaran Yoyo dalam mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa.

Turut hadir pula Erik Saputra yang disebut menjadi salah satu penggerak dari kalangan pemuda. Kehadirannya menunjukkan adanya energi generasi muda dalam mengawal proses pencalonan Buntaran Yoyo sekaligus menyampaikan aspirasi kaum muda.

VISI: DESA MANDIRI, BERAKHLAK DAN SEJAHTERA

Buntaran Yoyo membawa visi:

“Mewujudkan Desa yang Mandiri, Berakhlak, Sejahtera, dan Berdaya Saing melalui Pelayanan yang Tulus, Transparan, dan Berpihak pada Masyarakat.”

Visi tersebut menjadi arah dalam setiap rencana pengabdian yang ditawarkan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemerintahan desa yang jujur, transparan, terbuka terhadap masyarakat, serta mengutamakan kepentingan warga.

LIMA FOKUS PROGRAM DAN KOMITMEN

Sejumlah program yang ditawarkan Buntaran Yoyo meliputi:

1. Pendidikan dan Kemasyarakatan

Mendorong pendidikan karakter, peningkatan kesehatan masyarakat, pemberdayaan keluarga prasejahtera, lansia, dan anak-anak, serta mendorong program beasiswa pendidikan S1 bagi masyarakat kurang mampu.

2. Ekonomi dan Usaha

Mendukung pelaku UMKM dan usaha lokal, membuka ruang usaha bagi pemuda, mengembangkan potensi desa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

3. Pemerintahan dan Pelayanan

Mengutamakan pelayanan prima yang cepat, mudah dan tidak berbelit. Pengelolaan anggaran desa juga didorong agar dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab dengan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan desa.

4. Keagamaan dan Budaya

Memperkuat nilai-nilai agama, mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan Al-Qur’an, melestarikan adat dan budaya lokal, serta mendorong pembangunan dan pengembangan pondok pesantren.

5. Kesehatan

Mendorong pendampingan pelayanan kesehatan dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit dan rujukan sesuai kebutuhan, mendorong tersedianya layanan ambulans dalam kondisi darurat, serta mengupayakan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program yang memungkinkan.

“BEREMA TU SEBALONG DESA”

Buntaran Yoyo menilai kekuatan terbesar Desa Seminar Salit berada pada masyarakatnya sendiri.

Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada satu orang maupun satu kelompok. Karena itu, ia membawa semangat “Berema tu sebalong desa”, yang dimaknai sebagai semangat berjalan bersama-sama dalam membangun desa.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus dilibatkan dalam proses pembangunan sehingga setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

PEMIMPIN ADALAH PELAYAN MASYARAKAT

Buntaran Yoyo juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus hadir di tengah masyarakat.

Baginya, jabatan bukan tujuan akhir, melainkan amanah dan sarana untuk memberikan pelayanan terbaik. Seorang pemimpin harus bersedia turun ke lapangan, mendengar keluhan warga, memahami persoalan, dan mencari solusi bersama.

Dalam materi pencalonannya, Buntaran Yoyo tampil mengenakan jas merah dan peci hitam. Penampilan tersebut disebutnya sebagai simbol keberanian, ketegasan, sekaligus penghormatan terhadap adat, budaya, dan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam kunjungannya menyapa warga, sejumlah aspirasi disebut banyak disampaikan masyarakat, mulai dari kebutuhan pelayanan administrasi desa yang cepat dan tidak berbelit, perhatian terhadap perekonomian keluarga, dukungan bagi UMKM, petani dan pemuda, hingga pentingnya menjaga kekompakan, gotong royong dan budaya lokal.

TERBUKA TERHADAP KRITIK

Buntaran Yoyo turut menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyatakan tidak ingin menjadi pemimpin yang jauh dari warga. Menurutnya, kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang sehat.

“Kritik yang membangun adalah vitamin bagi jalannya pemerintahan yang sehat.”

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk bekerja bersama seluruh elemen masyarakat apabila mendapat kepercayaan dalam pemilihan kepala desa.

“Tidak ada tim saya dan tim lain. Yang ada hanya kita, warga Desa Seminar Salit. Kalau diberi kepercayaan, saya akan bekerja dengan hati, bekerja dengan tenaga, dan bekerja bersama semua pihak.”

DARI RAKYAT, UNTUK DESA

Pencalonan tersebut menjadi awal rangkaian silaturahmi Buntaran Yoyo ke berbagai dusun, majelis, kelompok tani, karang taruna, serta komunitas masyarakat lainnya di Desa Seminar Salit.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, mencatat kebutuhan warga, dan menyusun program yang dinilai benar-benar dibutuhkan desa.

Buntaran Yoyo juga mengajak seluruh masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak serta menjaga suasana pemilihan kepala desa agar tetap aman, damai, tertib, dan penuh persaudaraan.

“Mari kita gunakan hak pilih dengan bijak. Mari kita pilih pemimpin yang mau bekerja, mau turun ke masyarakat, dan mau bertanggung jawab. Mari kita jaga pesta demokrasi di desa kita tetap damai, riang, dan penuh persaudaraan.”

Di akhir pernyataannya, Buntaran Yoyo kembali menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi tersebut berangkat dari panggilan hati.

Ia berharap dapat menjadi bagian dari upaya membangun Desa Seminar Salit agar semakin mandiri, sejahtera, kompak, dan memiliki daya saing.

“AMANAH BUKAN SEKADAR TAGLINE, TETAPI JANJI UNTUK MENGABDI.”

Dengan semangat kebersamaan, Buntaran Yoyo mengajak seluruh masyarakat menyatukan langkah dan semangat untuk membangun desa.

BEREMA TU SEBALONG DESA

Berjalan bersama, membangun desa bersama.

BUNTARAN YOYO

AMANAH — JUJUR — TERBUKA — SIAP MENGABDI

Dari masyarakat, bersama masyarakat, untuk Desa Seminar Salit yang lebih baik.

Pewarta: Jaswadi//red

Pos terkait