Bahas KUA-PPAS 2027, DPRD dan Pemkab Banggai Laut Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Jadi Dokumen

BANGGAI LAUT, KRIMSUS86.COM — Pembahasan arah kebijakan anggaran Kabupaten Banggai Laut untuk Tahun Anggaran 2027 mulai memasuki tahapan penting. DPRD Kabupaten Banggai Laut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Pembahasan tersebut berlangsung selama dua hari di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Banggai Laut. Forum ini mempertemukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan jajaran TAPD untuk menguji kembali arah kebijakan fiskal yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan APBD Kabupaten Banggai Laut Tahun Anggaran 2027.

Berita Lainnya

Ketua TAPD Kabupaten Banggai Laut yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah, Saiful U. Usuria, S.E., M.Si., hadir langsung dalam pembahasan tersebut.

Kehadiran pimpinan TAPD dinilai penting, mengingat ruang fiskal daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, setiap rencana belanja daerah diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif dan prosedural penganggaran, tetapi juga memiliki manfaat yang jelas, terukur, serta dapat dirasakan masyarakat.

Dalam pembahasan KUA-PPAS tersebut, efisiensi anggaran menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah daerah didorong agar mengarahkan belanja pada program-program prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan pelayanan dasar.

Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam arah kebijakan anggaran, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur.

Namun, pembahasan KUA-PPAS tidak semata-mata berkaitan dengan pembagian pagu anggaran. DPRD memiliki ruang strategis untuk mempertanyakan dan mengevaluasi apakah program-program yang diajukan pemerintah daerah benar-benar mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Banggai Laut.

Masukan dan catatan dari legislatif menjadi bagian penting dalam dinamika pembahasan tersebut. Pengawasan terhadap target pendapatan daerah, rasionalisasi belanja modal, serta efektivitas program menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan APBD 2027.

Besarnya anggaran tidak secara otomatis menjamin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Tantangan utama justru terletak pada bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran, tidak tumpang tindih, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, pembahasan KUA-PPAS 2027 diharapkan menjadi momentum bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut untuk memastikan arah pembangunan benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat dan kondisi riil daerah, bukan sekadar menjadi rutinitas penganggaran setiap tahun.

Dokumen KUA-PPAS yang telah melalui proses pembahasan selanjutnya akan menjadi salah satu landasan dalam penyusunan Rancangan APBD Kabupaten Banggai Laut Tahun Anggaran 2027.

Publik memiliki kepentingan besar untuk mengetahui ke mana arah kebijakan anggaran daerah akan dibawa. Sebab, APBD bukan sekadar kumpulan angka dalam dokumen pemerintahan, melainkan instrumen utama pemerintah daerah dalam membiayai pelayanan publik, pembangunan, serta berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Pembahasan yang dilakukan secara maraton selama dua hari tersebut diharapkan mampu menghasilkan postur anggaran yang lebih efisien, realistis, transparan, akuntabel, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat Banggai Laut.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan APBD Kabupaten Banggai Laut Tahun Anggaran 2027 dapat disahkan sesuai tahapan dan waktu yang ditetapkan, tetapi juga memastikan setiap rupiah uang daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Susanto//red)

Pos terkait