Antusiasme Warga Warnai Festival Budaya di Desa Kenanga, Indramayu

Krimsus86.com Indramayu, 26 April 2026 — Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam menghadiri Festival Budaya yang digelar di Lapangan Bola Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (26/4/2026). Meski berlangsung di bawah terik matahari, warga tetap memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional khas daerah.

Festival ini menampilkan beragam kesenian lokal seperti Tari Serimpi, Tari Sintren, Tari Berokan, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Kelana, hingga Tari Jaipong Balaganjur. Pertunjukan berlangsung di atas panggung sederhana yang menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.

Berita Lainnya

Kegiatan ini digagas oleh Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu yang secara konsisten menggelar festival budaya keliling desa sejak tahun 2021. Ketua yayasan, Yuyun Khoerunnisa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indramayu, khususnya kepada generasi muda.

“Kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal agar tidak kalah dengan pengaruh budaya luar yang saat ini semakin kuat,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah kesenian tradisional seperti tari topeng masih sering ditampilkan dalam berbagai acara. Namun, kesenian lain seperti berokan dan sintren mulai jarang ditemui, sehingga perlu adanya ruang untuk pelestarian dan pengembangannya.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Tari Berokan yang dibawakan oleh penari perempuan. Kesenian khas pesisir Indramayu ini biasanya identik dengan penari laki-laki, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Selain sebagai hiburan, Tari Berokan juga memiliki nilai tradisi dan ritual, seperti tolak bala dan bersih desa. Penampilan tersebut disambut antusias oleh warga yang turut mengabadikan momen dengan perangkat ponsel.

Tak kalah menarik, Tari Sintren juga memukau penonton dengan unsur magis yang menjadi ciri khasnya. Dalam pertunjukan, penari menjalani prosesi khusus sebelum tampil, yang menambah daya tarik dan keunikan seni tradisional tersebut.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, agar terlibat aktif dalam pelestarian budaya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, diharapkan kesenian lokal Indramayu dapat terus berkembang dan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.(Wardono//red)

Pos terkait