ACARA MUNJUNG DAN SEDEKAH BUMI BUYUT SAMBI DOYONG DAN PRAWAN DESA JUMBLENG KEC.LOSARANG INDRAMAYU
Rabu , 08 – Oktober – 2025
Krimsus86.com _ Indramayu Jawabarat -Desa Jumbleng di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, memiliki ritual unik untuk menyambung silahturahmi antara masyarakat dan Leluhur yang dinamakan Ritual Munjungan. Ritual ini menjadi tradisi yang diadakan setiap tahun, sejak zaman dulu tradisi ini sudah ada, dalam Islam tradisi ini sama halnya ziarah makam.
Ritual Munjungan memiliki sejarah panjang dan makna yang mendalam dilakukan secara turun-temurun, ritual yang memperkuat hubungan antara masyarakat dengan Leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Ritual ini juga bertujuan untuk memohon berkat, keselamatan, dan kemakmuran bagi masyarakat.
Ngunjung memiliki arti mengunjungi, menghadiri atau dalam bahasa agama berziarah. Munjung secara bahasa berarti secara makna sama adalah bersedekah dengan membawa Tumpeng dan Makanan lainya untuk dimakan bersama.
Prosesi Ritual diawali dengan Pembacaan doa dan mantra oleh pemuka Agama, selanjutnya Pertemuan keluarga dan tetangga untuk memperkuat silahturahmi, Pemotongan Tumpeng untuk panitia penyelenggara, Pentas seni dan Budaya Lokal.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silahturahmi dan kebersamaan masyarakat setempat, Melestarikan budaya lokal dan tradisi, Meningkatkan kesadaran spiritual dan kepercayaan.
Munjungan adalah sebuah ritual unik yang berfungsi untuk mempererat silahturahmi desa Jumbleng dihadiri Kuwu Jumbleng H Suyanto, perangkat desa dan Muspika Kecamatan Losarang,Indramayu.
untuk memperelat silaturami masyarakat desa jumbleng yang turun temurun setiap 2 musim panen untuk rasa syukur atas keberasilan panen raya masyarakat desa jumbleng kecamatan losarang mengadakan ritual sedekah bumi yang arti ngunjung / munjung buyut sambi doyong dan Buyut prawan sebagai mengingat perjuangan tokoh legenda desa Jumbleng kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu ( Wardono /Red .Jabar )






