Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Peluang Kerja bagi 100 Warga Korban PHK

INDRAMAYU, KRIMSUS86.COM – Polres Indramayu terus menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN). Program ini diwujudkan dengan membuka pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang untuk kembali bekerja.

Sebanyak 100 peserta mengikuti program peningkatan kompetensi yang diharapkan menjadi bekal untuk memasuki kembali dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

Berita Lainnya

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Indramayu juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu. Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo menyampaikan bahwa kehilangan pekerjaan merupakan tantangan berat, bukan hanya bagi individu yang mengalaminya, tetapi juga bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan tersebut.

Meski demikian, ia berharap pengalaman menghadapi PHK tidak membuat para peserta kehilangan semangat untuk bangkit dan menata masa depan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, serta membuka peluang usaha yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Kapolres menegaskan bahwa pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, melainkan juga merupakan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Para peserta diharapkan tidak merasa rendah diri karena pernah mengalami PHK. Sebaliknya, pengalaman tersebut hendaknya menjadi motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui Program POLIRAN, peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.

Berdasarkan rencana pelaksanaan program, terdapat empat bidang pelatihan yang disiapkan, yaitu:

1. Pembuatan espresso dan latte art, untuk membekali peserta dengan keterampilan di bidang penyajian minuman dan usaha kopi.

2. Menjahit menggunakan mesin single needle, sebagai bekal untuk bekerja di bidang konveksi maupun membuka usaha jahit.

3. Digital marketing dasar, untuk meningkatkan kemampuan pemasaran produk dan jasa melalui platform digital.

4. Penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC, untuk mendukung peluang kerja di bidang pendingin dan tata udara.

Keempat bidang tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan sesuai minat dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan di dunia usaha dan industri.

Kasat Binmas Polres Indramayu, Iptu Tasim, menjelaskan bahwa Program POLIRAN merupakan wujud kepedulian Polri terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.

Menurutnya, peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat, tetapi juga membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung pemberdayaan masyarakat.

Untuk merealisasikan program tersebut, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu; Kepala BBPKK Bandung Barat, Aris Budiyanto, S.ST., M.Si.; Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, S.STP., M.Si.; serta Kepala BPVP Bandung Barat, Iman Riswandi, S.T., M.T.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolres Indramayu menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta sekaligus melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.

Harapkan Ada Keberlanjutan hingga Penempatan Kerja

AKBP Prianggo menekankan pentingnya keberlanjutan Program POLIRAN agar manfaatnya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Ia berharap sinergi lintas instansi dapat terus dikembangkan melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menjelaskan bahwa pelatihan vokasi ini diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Dengan meningkatnya kompetensi, para peserta diharapkan memiliki peluang lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan.

Program POLIRAN sekaligus menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan mendorong keterlibatan kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

Bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian akibat PHK, kesempatan mempelajari keterampilan baru diharapkan menjadi langkah awal untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik.

Sebab, kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan harapan. Dengan keterampilan, pendampingan, dan kesempatan yang tepat, setiap orang tetap memiliki peluang untuk kembali produktif dan meraih kehidupan yang lebih sejahtera.

Sumber: Humas Polres Indramayu

Editor: Wardono HS – Korwil Jawa Barat

KRIMSUS86.COM – Tegas, Lugas, Terpercaya

Pos terkait