DPD JWI Lampung Tengah dan LSM GALAKSI Dukung Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Bandar Jaya

LAMPUNG TENGAH, KRIMSUS86.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Lampung Tengah bersama Lembaga Control Sosial Provinsi Lampung GALAKSI menyatakan dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan fasilitas Puskesmas Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Puskesmas Bandar Jaya tercatat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dengan karakteristik Puskesmas Perkotaan, berstatus rawat inap, serta memiliki kemampuan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).

Berita Lainnya

Berdasarkan data registrasi Kementerian Kesehatan RI per 24 Januari 2025, Puskesmas Bandar Jaya beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 33, Bandar Jaya Timur, dengan kode fasilitas pelayanan kesehatan 18020200024.

JWI dan GALAKSI Dorong Puskesmas Menjadi Fasilitas Unggulan

Ketua DPD JWI Kabupaten Lampung Tengah, Irfangi, S.E., bersama tim investigasi LSM GALAKSI Lampung, menyampaikan harapan agar pembangunan Puskesmas Bandar Jaya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Terbanggi Besar dan sekitarnya.

Menurut Irfangi, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diikuti peningkatan kelengkapan peralatan medis, ketersediaan tenaga kesehatan, serta kualitas pelayanan yang memenuhi standar.

“Kami berharap Puskesmas Bandar Jaya ke depan dapat menjadi puskesmas unggulan dengan pelayanan rawat inap yang terintegrasi. Fasilitas kesehatan, peralatan medis, dan sumber daya manusianya harus terus ditingkatkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Irfangi.

Ia menilai keberadaan puskesmas rawat inap memiliki peran strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama untuk pelayanan dasar, persalinan normal, serta penanganan awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal sesuai kemampuan fasilitas kesehatan.

Status kemampuan PONED juga menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal tingkat dasar bagi masyarakat.

Pembangunan Dimulai dengan Pembongkaran Sebagian Bangunan Lama

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan pembangunan Puskesmas Bandar Jaya telah memasuki tahap awal berupa pembongkaran sebagian bangunan lama dan pembersihan material sisa bangunan.

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kerja dan teknisi konstruksi. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan dikoordinasikan oleh Bung Handan yang disebut bertugas melakukan pengawasan pelaksanaan proyek.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan dijadwalkan mulai 17 September 2026 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 100 hari kerja.

Adapun nilai anggaran proyek tercantum sebesar Rp3.519.235.997,00, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam informasi pekerjaan yang diterima redaksi, CV Shankara Dua Puluh Empat tercantum sebagai pelaksana pengawas konstruksi, sedangkan CV Amar Afifah Perdana disebut sebagai subkontraktor.

Rincian mengenai pembagian tanggung jawab pelaksanaan, pengawasan, serta administrasi pekerjaan tersebut perlu mengacu pada dokumen kontrak dan dokumen resmi proyek yang bersangkutan.

Minta Pemerintah dan Dinas Kesehatan Kawal Penyelesaian Proyek

DPD JWI Lampung Tengah bersama LSM GALAKSI berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Dinas Kesehatan dapat memberikan dukungan serta melakukan pengawasan secara sistematis terhadap pelaksanaan pembangunan Puskesmas Bandar Jaya.

Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, standar keselamatan konstruksi, serta jadwal yang telah ditetapkan.

Selain itu, kualitas material bangunan, transparansi penggunaan anggaran, dan mutu hasil pekerjaan juga diharapkan menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami mendorong pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan Lampung Tengah agar memberikan perhatian langsung terhadap pembangunan ini. Harapannya, pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tegas Irfangi.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, pelaksanaan proyek perlu dikawal secara profesional dan transparan, mulai dari tahap pengerjaan hingga fasilitas tersebut siap difungsikan.

Harapan untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

Pembangunan Puskesmas Bandar Jaya diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Dengan dukungan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta pengawasan masyarakat, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik sesuai standar dan kapasitas yang ditetapkan.

DPD JWI Lampung Tengah dan LSM GALAKSI menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang mengutamakan kepentingan masyarakat, transparansi anggaran, serta akuntabilitas pelaksanaan pekerjaan.

(Djodie Redaksi / Humas Redaksi KRIMSUS86.COM / Fast Respon Indonesia Center (FRIC))

Pos terkait