DIDUKUNG 27 PAC DAN 219 RANTING, JEJEN JAENUDIN MENGEMUKA SEBAGAI KANDIDAT KETUA PC GP ANSOR GARUT

GARUT, KRIMSUS86.COM — Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Garut mulai menghangat. Nama Jejen Jaenudin, S.Pd., mencuat sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Garut.

Menguatnya nama Jejen disebut tidak terlepas dari dukungan sejumlah struktur organisasi di tingkat bawah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 27 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 219 Pengurus Ranting disebut telah menyatakan dukungan terhadap Jejen untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Berita Lainnya

Dukungan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang menarik menjelang pelaksanaan Konfercab. Meski demikian, jumlah dan keabsahan dukungan tetap perlu mengacu pada ketentuan organisasi serta mekanisme resmi yang berlaku.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (10/10/2026), Jejen Jaenudin membenarkan adanya dukungan yang ditujukan kepadanya. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk maju sebagai calon Ketua PC GP Ansor Kabupaten Garut.

“Insyaallah saya bersedia. Ini bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi dan menggunakan hak sebagai kader GP Ansor,” ujar Jejen.

REGENERASI KEPEMIMPINAN DAN SOLIDITAS KADER

Pencalonan Jejen menjadi bagian dari dinamika regenerasi kepemimpinan di tubuh GP Ansor Kabupaten Garut. Momentum Konfercab diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi dan konsolidasi organisasi untuk menentukan arah gerak pada periode mendatang.

Sebagai organisasi kepemudaan di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor memiliki peran strategis dalam membina generasi muda, memperkuat kaderisasi, serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.

Karena itu, proses pemilihan ketua diharapkan berlangsung secara demokratis, tertib, dan sesuai dengan aturan organisasi. Para kandidat juga diharapkan mampu menawarkan gagasan serta program kerja yang konkret untuk memperkuat kualitas kader dan soliditas internal.

Kepemimpinan mendatang tidak hanya membutuhkan dukungan struktural, tetapi juga kemampuan merangkul seluruh elemen organisasi, termasuk kader yang memiliki perbedaan pandangan selama proses pencalonan.

DUKUNGAN TOKOH DAN KADER NAHDLATUL ULAMA

Dinamika pencalonan Jejen Jaenudin turut mendapat respons dari sejumlah tokoh dan kader Nahdlatul Ulama. Salah satunya Dede Irmawan, pengurus NU sekaligus simpatisan GP Ansor, yang menyatakan dukungannya kepada Jejen.

Dede menilai Jejen layak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pengabdian melalui kepemimpinan di PC GP Ansor Kabupaten Garut. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memberikan ruang bagi kader untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Dukungan tersebut juga mencerminkan harapan agar kepemimpinan GP Ansor ke depan semakin berorientasi pada penguatan organisasi, pembinaan generasi muda, serta peningkatan kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Meski demikian, dukungan dari tokoh maupun simpatisan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Penetapan ketua tetap harus mengikuti persyaratan, tata tertib, dan mekanisme pemilihan yang berlaku dalam Konfercab.

KONFERCAB MENJADI MOMENTUM MENENTUKAN ARAH ORGANISASI

Konfercab GP Ansor Kabupaten Garut menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk menentukan kepemimpinan sekaligus merumuskan arah strategis organisasi pada periode berikutnya.

Selain memilih ketua, forum tersebut diharapkan menjadi sarana mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat koordinasi antartingkatan kepengurusan, serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan kader dan masyarakat.

Menguatnya nama Jejen Jaenudin dengan dukungan yang disebut berasal dari 27 PAC dan 219 ranting menjadi salah satu dinamika yang patut dicermati. Namun, dukungan tersebut belum dapat dipandang sebagai kepastian hasil pemilihan sebelum seluruh proses berlangsung sesuai ketentuan organisasi.

Kader GP Ansor Garut kini menantikan perkembangan proses pencalonan, termasuk munculnya figur-figur lain yang berpotensi maju serta gagasan yang akan ditawarkan untuk membawa organisasi semakin solid dan berdaya guna.

Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur dari banyaknya dukungan menjelang pemilihan, tetapi juga dari kemampuan menjaga persatuan, menjalankan amanah organisasi, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Konfercab diharapkan menjadi ruang demokrasi organisasi yang melahirkan pemimpin berintegritas, mampu merangkul seluruh kader, serta membawa GP Ansor Kabupaten Garut semakin maju dalam menjalankan peran pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Pewarta: Dinar P

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya

Pos terkait