BUOL — KRIMSUS86.COM — Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mendorong terciptanya tenaga kerja lokal yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat evaluasi Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) Batch 1, persiapan pembukaan MTU Batch 2, sekaligus penutupan Pelatihan MTU Batch 3 yang merupakan hasil kerja sama UPTD BLK Buol Hebat dengan BBPVP Makassar.
Kegiatan tersebut menghadirkan Jasri Butudoka sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan itu, Jasri menekankan pentingnya keberlanjutan program pelatihan berbasis kompetensi sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, mengurangi angka pengangguran, serta membuka peluang kerja dan usaha baru.
Menurutnya, pelatihan kerja tidak semestinya berhenti pada proses pemberian materi dan keterampilan. Program tersebut perlu diikuti dengan langkah tindak lanjut agar kompetensi yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan secara nyata di dunia kerja maupun dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Rapat strategis tersebut turut dihadiri Plt. Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Buol, Plt. Kepala UPTD BLK Buol Hebat beserta jajaran staf, serta Utusan Khusus Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program pelatihan sebelumnya sekaligus pemantapan persiapan pembukaan MTU Batch 2. Dalam pelaksanaannya, Batch 2 akan memfokuskan pelatihan pada bidang Digital Marketing (Pemasaran Digital) serta Pertukangan/Mebel.
Pemilihan kedua bidang tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan keterampilan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sementara itu, penutupan Pelatihan MTU Batch 3 berlangsung dengan antusiasme para peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan. Para alumni menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Buol dapat memberikan dukungan lanjutan setelah pelatihan selesai.
Dukungan tersebut antara lain berupa bantuan peralatan kerja, fasilitasi pengembangan usaha, maupun akses permodalan bagi peserta yang ingin menerapkan keterampilan yang telah diperoleh untuk membuka usaha secara mandiri.
Para alumni menilai dukungan sarana dan permodalan menjadi bagian penting dalam memastikan hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan semata. Dengan adanya pendampingan serta dukungan lanjutan, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan.
Disnakertrans Kabupaten Buol melalui program pelatihan MTU diharapkan dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi. Dengan demikian, keberadaan program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja, mendorong kewirausahaan, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Buol.
(Syafri Sakula, S.I.P./Red)






