BUOL — KRIMSUS86.COM — Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buol dan dipimpin oleh Wakil Bupati Buol, Muhammad Nasir DJ Daimaroto, S.H., M.H., selaku pembina upacara.
Upacara tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Nasir mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk kembali memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.
Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperteguh komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa serta membangun daerah.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial. Ini momen untuk memperteguh tekad: kita bersatu, kita bekerja, kita menjaga tanah air kita,” ujar Nasir dalam amanatnya.
ASN Diminta Menjadi Teladan Pencegahan Karhutla
Selain menyampaikan pesan terkait nilai-nilai Pancasila, Wakil Bupati Nasir juga menyoroti kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kabupaten Buol.
Ia meminta seluruh ASN menjadi teladan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. ASN yang melakukan pembakaran lahan secara sengaja disebut dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya perintahkan kepada seluruh ASN di Kabupaten Buol: saat berkebun atau mengolah lahan, dilarang membakar. Jika terbukti ada ASN yang sengaja membakar lahannya sendiri, maka Pemerintah Daerah tidak segan-segan menjatuhkan sanksi,” tegasnya.
Nasir menilai pembukaan lahan dengan cara membakar memiliki risiko kebakaran yang dapat meluas apabila tidak terkendali. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu lingkungan serta keselamatan masyarakat.
Sosialisasi Pencegahan Karhutla Diminta Sampai Tingkat Desa
Untuk mencegah terjadinya Karhutla, Wakil Bupati meminta jajaran pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke tingkat bawah.
Camat diminta menyampaikan sosialisasi di wilayah kecamatan, sementara kepala desa diharapkan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di desa masing-masing. ASN juga diminta ikut mengajak masyarakat menghindari praktik pembakaran lahan.
Nasir menekankan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dan tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi.
“Jangan menunggu api datang baru bergerak. Cegah sejak dini. Jelaskan kepada warga: membakar lahan itu merugikan bersama. Ada cara lain mengolah tanah tanpa harus membakar,” katanya.
Menjaga Lingkungan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Di akhir amanatnya, Wakil Bupati Nasir mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
“Mari kita buktikan cinta kita kepada tanah air, bukan hanya dengan mengangkat tangan saat upacara, tetapi dengan menjaga bumi kita tetap hijau, tetap sejuk, tetap aman bagi semua.”
Pemerintah Kabupaten Buol diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan Karhutla melalui koordinasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat, serta keterlibatan aktif aparatur pemerintahan hingga tingkat desa.
KRIMSUS86.COM — Terus menyajikan informasi mengenai perkembangan penanganan Karhutla di Kabupaten Buol dengan mengedepankan informasi yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(Syafri Sakula, S.I.P./Red)






