LAMPUNG TENGAH, KRIMSUS86.COM — Proyek revitalisasi SDN Kenanga Sari yang berlokasi di Jalan Rawa Pasang Surut, Desa Kenanga Sari, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi sorotan. Kegiatan revitalisasi tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp534.811.200 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Dasar.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan masa pelaksanaan selama 112 hari, terhitung mulai 1 September hingga 21 Desember 2026. Adapun pekerjaan yang tercantum meliputi rehabilitasi berat tiga ruang kelas dan pembangunan empat unit MCK.
Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan mendapat perhatian setelah kepala tukang yang ditemui di lokasi mengaku tidak memegang dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kepala tukang, Satimin, mengatakan bahwa RAB berada di pihak kepala sekolah.
“Untuk RAB saya tidak pernah megang, dipegang oleh kepala sekolah,” ujar Satimin.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah material pekerjaan, antara lain besi ukuran 6 dan 10 milimeter, bata, keramik, pasir, serta batu split, disebut disuplai oleh pihak kepala sekolah.
Saat tim berada di lokasi, Kepala SDN Kenanga Sari, Sri Ngatin, S.Pd., tidak berada di tempat. Menurut keterangan yang diperoleh di lapangan, yang bersangkutan sedang menjalankan tugas ke Dinas Pendidikan terkait urusan perpanjangan guru kontrak paruh waktu.
Dari keterangan pekerja, upah tukang disebut sebesar Rp130 ribu per hari, sedangkan kuli sebesar Rp100 ribu per hari. Jumlah pekerja yang terlibat disebut sebanyak tujuh orang, terdiri dari tiga pekerja asal Kenanga Sari dan empat pekerja dari Srimulya Jaya.
Untuk pekerjaan plafon PVC, pekerja menyebut pihak yang menangani pekerjaan tersebut adalah Kayat dari Metro, dengan pemasangan dilakukan oleh Triman, Deni, dan Alek dari Kenanga Sari. Pekerjaan tersebut disebut menggunakan sistem borongan sebesar Rp20 ribu per meter untuk tiga orang.
Sementara itu, pekerjaan rangka baja disebut ditangani oleh pihak yang disebut bernama Aska dari Metro, dengan pekerja yang disebut Kayat dari Metro.
Selain persoalan pengelolaan pekerjaan dan material, kondisi konstruksi di lapangan juga menjadi perhatian. Berdasarkan pengamatan tim dan dokumentasi yang diperoleh, terlihat bagian besi balok gantung yang tampak berkarat dengan susunan begel yang secara visual terlihat cukup renggang.
Kondisi tersebut perlu mendapatkan penjelasan teknis dari pihak yang berwenang, khususnya mengenai kesesuaian pekerjaan dengan gambar kerja, RAB, spesifikasi teknis, serta standar konstruksi yang ditetapkan dalam program revitalisasi.
KRIMSUS86.COM belum menyimpulkan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Temuan di lapangan masih memerlukan verifikasi terhadap dokumen proyek, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, penggunaan anggaran, serta keterangan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SDN Kenanga Sari, Sri Ngatin, S.Pd., belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai pengelolaan RAB, mekanisme pengadaan dan suplai material, serta pelaksanaan pekerjaan revitalisasi tersebut.
KRIMSUS86.COM membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Sekolah, P2SP, Dinas Pendidikan, maupun pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
(Sahrul//red)






