DESA SIDODADI WAKILI PESAWARAN MASUK 12 BESAR DESA CANTIK TERBAIK NASIONAL 2026

PESAWARAN, KRIMSUS86.COM — Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah masuk dalam jajaran 12 Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Terbaik Nasional Tahun 2026.

Capaian tersebut sekaligus menjadikan Desa Sidodadi sebagai satu-satunya desa dari Provinsi Lampung yang masuk dalam daftar 12 besar terbaik nasional pada Program Desa Cinta Statistik yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).

Berita Lainnya

Program Desa Cantik merupakan salah satu program BPS yang bertujuan meningkatkan literasi statistik, kesadaran, serta peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan data. Melalui program ini, desa didorong memiliki tata kelola data yang lebih baik agar informasi statistik dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pengelolaan data tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memetakan potensi desa, menentukan prioritas pembangunan, serta mendukung pelayanan publik yang lebih tepat sasaran.

Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Pesawaran, Maya Narang Ali, menjelaskan bahwa Program Desa Cantik memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan literasi statistik perangkat desa dan masyarakat, mendorong terbentuknya basis data desa yang terintegrasi dan sesuai standar statistik, serta mengoptimalkan pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan.

“Melalui Program Desa Cantik, kami mendorong desa tidak hanya mampu menghasilkan data, tetapi juga memahami dan memanfaatkan data tersebut untuk kebutuhan pembangunan. Dengan pengelolaan data yang baik, kebijakan dan program di tingkat desa dapat disusun secara lebih tepat sasaran,” jelas Maya.

Menurutnya, Program Desa Cantik juga diarahkan untuk membentuk agen-agen statistik di tingkat desa yang dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memahami serta menggunakan data.

Pembinaan Desa Cantik menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data dan kapasitas desa dalam mendukung pembangunan. Pengelolaan serta integrasi data di tingkat desa dinilai penting untuk mendukung perencanaan pembangunan, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, hingga upaya penanggulangan kemiskinan.

Masuknya Desa Sidodadi dalam 12 besar nasional tidak terlepas dari dukungan BPS Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, serta kerja keras perangkat dan masyarakat Desa Sidodadi.

Desa tersebut melakukan berbagai pembenahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan data, termasuk pemutakhiran data kependudukan, pendataan UMKM, penguatan website desa sebagai sarana diseminasi informasi, serta penyusunan publikasi statistik dan infografis yang dikemas agar lebih informatif dan mudah dipahami masyarakat.

Sebelumnya, proses Online Evaluation Program Desa Cantik Tahun 2026 dilaksanakan di Balai Desa Sidodadi pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M.

Dari proses evaluasi tersebut kemudian ditetapkan 12 Desa/Kelurahan Cantik Terbaik yang akan memperoleh penghargaan di tingkat nasional.

Selain prestasi Desa Sidodadi, Tim Pembina Desa Cantik Kabupaten Pesawaran juga berhasil masuk dalam tiga besar Tim Pembina Desa Cantik Kabupaten/Kota Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2026, bersama Kota Surakarta dan Kota Surabaya.

Dalam pelaksanaan Program Desa Cantik, Desa Sidodadi telah menghasilkan sejumlah produk statistik. Di antaranya Buku Monografi Desa Sidodadi Tahun 2026, Desa Sidodadi Dalam Angka 2026, Publikasi Potensi UMKM Desa Sidodadi 2026, Ragam Data Desa Sidodadi 2024–2026, serta Buku Infografis Desa Sidodadi Tahun 2026.

Selain publikasi, Desa Sidodadi juga mengembangkan portal digital yang menyediakan berbagai informasi masyarakat, mulai dari data kependudukan dan ketenagakerjaan, katalog UMKM, potensi wisata, hingga layanan administrasi desa.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Sidodadi dalam memperkuat tata kelola data sekaligus menjadikan informasi statistik sebagai salah satu instrumen pendukung perencanaan dan pelayanan pembangunan di tingkat desa.

(An/Red)

Pos terkait