PALU, FRIC | KRIMSUS86.COM 15 September 2026 — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba serta peningkatan kesadaran terhadap HIV/AIDS di Kota Palu terus diperkuat melalui sinergi antara kalangan akademisi, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi strategis Unit Kegiatan Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (UKM MANPA) UIN Datokarama Palu bersama Pemerintah Kota Palu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah pada Rabu (9/9/2026).
Audiensi tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan program edukasi dan penguatan kapasitas pemuda agar pencegahan narkoba serta HIV/AIDS dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Ketua UKM MANPA UIN Datokarama Palu, Muh. Taufik, menyampaikan sejumlah program serta capaian organisasi selama satu tahun terakhir. Salah satu fokus utama MANPA adalah memperkuat kapasitas kader melalui proses kaderisasi dan pelatihan.
Menurut Taufik, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan edukasi pencegahan narkoba di tingkat masyarakat. Karena itu, para kader dibekali kemampuan komunikasi publik, kepemimpinan, serta teknik penyampaian edukasi kepada kelompok sebaya maupun masyarakat.
“Kami ingin mencetak penyuluh muda yang tidak hanya paham materi, tetapi juga berintegritas dan memiliki kecakapan komunikasi untuk merangkul sesama generasi muda. Kader MANPA disiapkan menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan pola hidup sehat, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujar Taufik.
Pemkot Palu Dorong Kader Turun Langsung ke Masyarakat
Pemerintah Kota Palu menyambut positif langkah UKM MANPA dalam membangun kapasitas mahasiswa sebagai penyuluh muda di bidang pencegahan narkoba dan HIV/AIDS.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah proses pelatihan dan kaderisasi selesai dilaksanakan.
Menurutnya, pembekalan kepada para kader harus diikuti dengan implementasi nyata di lapangan sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Langkah mencetak penyuluh muda ini sangat positif. Namun yang terpenting adalah follow-up-nya. Setelah dibekali ilmu dan keterampilan, para kader harus langsung turun gunung mengimplementasikannya,” tegas Imelda.
Ia juga mendorong kader UKM MANPA untuk memperluas kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah dan lingkungan pemukiman di wilayah Kota Palu.
Pendekatan melalui peer educator atau penyuluh sebaya dinilai dapat menjadi salah satu strategi dalam menyampaikan informasi kepada pelajar dan generasi muda. Dengan pendekatan tersebut, pesan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pola hidup sehat, serta pencegahan HIV/AIDS diharapkan lebih mudah diterima oleh kelompok sasaran.
Sinergi antara perguruan tinggi, Pemerintah Kota Palu, dan Polda Sulawesi Tengah diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
(RED//TIM MEDIA FRIC)






