Ahmad Fauzan Arrasyid, Putra Ketum PWDPI, Ikuti Pelatihan Paralegal Batch V ABR Indonesia

BANDAR LAMPUNG, KRIMSUS86.COM — Ahmad Fauzan Arrasyid, putra Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, mengikuti Pelatihan Paralegal Batch V yang diselenggarakan Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat Advokat Bela Rakyat Indonesia (YLBHR ABR Indonesia).

Kegiatan tersebut berlangsung di Begadang Resto Convention Hall, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026), dengan mengusung tema “Membangun Paralegal Profesional, Responsif, dan Berintegritas dalam Memperjuangkan Akses Keadilan bagi Masyarakat.”

Berita Lainnya

Pelatihan diikuti sebanyak 77 peserta, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting. Peserta berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, Way Kanan, hingga Sumatera Selatan.

Ketua Umum Advokat Bela Rakyat Indonesia, Dr.(c) Hermawan, S.HI., M.H., dalam sambutannya mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses bantuan hukum masih cukup besar.

Menurutnya, keberadaan paralegal memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hukum serta memperluas akses terhadap bantuan hukum.

“ABR sejak tahun 2018 hingga saat ini menjadi akses, petunjuk, dan tempat bagi masyarakat yang butuh bantuan hukum. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti hukum, padahal tinggal di negara hukum,” ujar Hermawan.

Ia menekankan bahwa paralegal tidak hanya dituntut memahami aspek dasar hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan melek hukum.

Sementara itu, Ahmad Fauzan Arrasyid menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang hukum.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara positif serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendampingan dan informasi hukum hingga ke tingkat desa.

“Harapannya, ilmu yang didapat dapat saya amalkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Sesuai semangat PWDPI, kami ingin hadir di tengah masyarakat, membantu menyuarakan dan menjangkau keadilan bagi semua lapisan masyarakat,” ungkap Ahmad Fauzan.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya Keparalegalan, Sistem Hukum Indonesia, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Mapping, Strategi dan Simulasi Penanganan Kasus, serta Agitasi dan Propaganda.

Sejumlah pemateri turut memberikan pembekalan, antara lain Drs. H. Banon Eko Susetyo, BA, M.Si., Dendi Albar, S.H., Hengki Irawan, S.P., S.H., M.H., CMED., dan AKP Andy Yunara.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat menunjang peran paralegal dalam membantu masyarakat memperoleh informasi serta akses terhadap bantuan hukum secara lebih mudah dan terjangkau.

Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong lahirnya paralegal yang profesional, responsif, berintegritas, serta mampu berperan di tengah masyarakat hingga wilayah terpencil dan tingkat desa.

(M. Dahlan//Red)

Pos terkait