SUMATERA SELATAN — KRIMSUS86.COM — Ketua DPD GRIB Jaya Sumatera Selatan (Sumsel), Hasbi Sanaki, mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla, khususnya pada kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Hasbi Sanaki menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, langkah sederhana seperti tidak membakar hutan dan lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran.
“STOP KARHUTLA. Jangan bakar hutan dan lahan. Selamatkan alam, selamatkan kita semua,” demikian pesan yang disampaikan Hasbi Sanaki kepada masyarakat Sumsel.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:
Jangan membuka lahan dengan cara dibakar.
Jangan membuang puntung rokok sembarangan.
Segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat titik api, asap, atau kebakaran.
Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Bersama-sama menjaga alam demi keselamatan dan masa depan generasi mendatang.
Edukasi Bahaya dan Sanksi Hukum
Selain mengajak masyarakat melakukan pencegahan, Hasbi Sanaki juga memberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum terhadap tindakan pembakaran hutan dan lahan.
Ia mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat berimplikasi hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di antaranya UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) serta UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ketentuan pidana yang penerapannya bergantung pada perbuatan, lokasi, unsur pidana, dan pasal yang terbukti.
Hasbi menekankan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa dampak karhutla bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama dan jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pesan Hasbi.
Ketua DPD GRIB Jaya Sumsel tersebut berharap sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran bersama sehingga potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.
Ia juga mengajak masyarakat yang menemukan adanya indikasi kebakaran untuk segera melaporkannya kepada aparat atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas.
Mari bersama cegah karhutla. Peduli alam hari ini untuk keselamatan dan masa depan generasi kita.
Pewarta: Hendri Gradak






