TANGGAMUS, LAMPUNG | KRIMSUS86.COM — Polres Tanggamus menyiagakan personel di sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan, termasuk di kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mengalami peningkatan antrean kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas sekaligus memastikan kehadiran personel kepolisian dapat memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., dalam kegiatan Ngobarmas yang berlangsung di koridor utama Mapolres Tanggamus, Kamis (3/9/2026).
Kapolres meminta jajaran Satuan Lalu Lintas, Samapta hingga Bhabinkamtibmas meningkatkan kehadiran personel di lapangan, terutama pada pagi hari sebelum pelaksanaan apel pagi.
Personel diminta aktif membantu masyarakat, termasuk menyeberangkan anak-anak sekolah dan pengguna jalan lainnya, serta melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik yang rawan kecelakaan maupun kemacetan.
“Untuk pagi-pagi, personel Polres Tanggamus wajib hadir di situ sebelum apel pagi. Menyeberangkan anak sekolah maupun pengguna jalan, mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, kita harus hadir di situ,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko.
Selain pelayanan di sejumlah titik aktivitas masyarakat, Kapolres juga menyoroti kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Ia meminta para Kapolsek memahami waktu-waktu rawan kepadatan di wilayah hukum masing-masing serta memastikan petugas piket melakukan pemantauan secara aktif.
Menurutnya, apabila antrean kendaraan di SPBU mulai memanjang hingga mengganggu badan jalan, personel harus segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan.
Kehadiran anggota, lanjut Kapolres, tidak boleh sekadar berada di lokasi, tetapi harus mampu mengurai antrean dan memastikan kendaraan tidak mengambil jalur dari arah berlawanan yang dapat memperparah kemacetan.
“Untuk antrean di SPBU, personel wajib harus ada di sana. Kalau ekornya sudah sekian meter, sudah turun di situ. Harus ada personel di situ ataupun sewaktu-waktu dicek. Ada beberapa titik yang rawan macet,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan agar personel yang melakukan pengaturan lalu lintas benar-benar memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengurai kepadatan kendaraan.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas yang dilakukan tanpa pemahaman kondisi lapangan justru berpotensi menimbulkan kemacetan yang lebih parah, terutama apabila kendaraan diarahkan terlalu ke tengah hingga mengambil jalur kendaraan dari arah berlawanan.
“Yang penting ada anggota di situ, jangan sampai nanti ada anggota malah bikin macet. Yang sudah terampil untuk mengatur lalu lintas, titik kuncinya di mana harus kita urai, ekornya sampai mana harus kita urai,” ujarnya.
Tekankan Pengawasan Internal Personel
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rahmad Sujatmiko juga memberikan penekanan terhadap pentingnya pengawasan internal terhadap seluruh personel Polres Tanggamus.
Pengawasan tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk pelanggaran disiplin dan penyimpangan yang dapat dilakukan oleh anggota.
Kapolres meminta jajaran pengawasan dan pengendalian, termasuk para Kasat dan Kapolsek, agar tidak lengah dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap personel.
Ia menegaskan tidak boleh ada anggota kepolisian yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkoba.
“Jangan sekali-kali, apalagi main di dalamnya jaringan narkoba. Jangan juga KDRT dan pelanggaran-pelanggaran maupun penyimpangan,” tegasnya.
Kapolres juga meminta seluruh pejabat utama dan pimpinan satuan agar terus mengingatkan anggotanya untuk menjaga disiplin serta menghindari segala bentuk pelanggaran.
Menurutnya, pengawasan terhadap personel harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan.
Sementara itu, Wakapolres Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H., M.H., menambahkan agar seluruh Kabag, Kasat, Kasubbag dan Kasi lebih aktif melakukan pengecekan terhadap anggotanya, termasuk personel yang bertugas di Polsek jajaran.
Ia mengingatkan para pimpinan satuan agar tidak kecolongan akibat kurangnya perhatian terhadap kondisi maupun perilaku anggota, terutama terhadap personel yang mulai menunjukkan gejala indisipliner.
“Dicek kalau memang ada salah satu anggota kita yang selalu telat apel dan sebagainya, itu jadi perhatian. Dipanggil, diajak konsultasi, sharing ada apa dan sebagainya,” kata Wakapolres.
Menurutnya, pendekatan dan pembinaan sejak dini sangat penting dilakukan agar persoalan pribadi maupun kedinasan yang dialami anggota tidak berkembang menjadi pelanggaran yang lebih serius.
Para pimpinan juga diminta tidak membiarkan anggota berjalan sendiri tanpa pengawasan dan pembinaan.
“Jangan sampai kita lepas, karena kalau kita lepas nanti malah tambah jauh, timbulnya nanti pelanggaran,” pungkasnya.
Melalui penekanan tersebut, Polres Tanggamus diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, sekaligus memperkuat pengawasan internal guna mencegah terjadinya pelanggaran di lingkungan kepolisian.
(Arohman//Red)






