Gubernur Anwar Hafid Buka Piala Soeratin U-15 dan U-17, Sulteng Susun Jalan Panjang Menuju PON 2028

PALU | KRIMSUS86.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi membuka Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah. Pembukaan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Gawalise, Kelurahan Tipo, Kota Palu, Rabu (2/9/2026).

Kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem pembinaan sepak bola Sulawesi Tengah secara berjenjang dan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan generasi atlet menuju target prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Berita Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid didampingi Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq.

Anwar Hafid menegaskan, pembangunan sepak bola di Sulawesi Tengah tidak boleh lagi dilakukan dengan pola instan, di mana tim baru dibentuk ketika kejuaraan akan berlangsung dan pencarian pemain dilakukan ketika target pertandingan sudah berada di depan mata.

Menurutnya, kompetisi usia muda seperti Piala Soeratin harus menjadi bagian dari desain pembinaan jangka panjang, bukan sekadar turnamen untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

“Ke depan, pembinaan seperti yang kita lakukan hari ini harus dilakukan secara berjenjang,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Kompetisi Digelar di Dua Lapangan

Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 8 September 2026 di Lapangan Gawalise Tipo dan Lapangan Nunu.

Sebanyak 19 tim ambil bagian dalam kompetisi kelompok usia U-15 dan U-17 tersebut.

Juara dan pemain terbaik dari kompetisi ini nantinya akan memperoleh kesempatan membawa nama Sulawesi Tengah pada kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Bogor pada 12 September 2026.

Namun demikian, bagi Gubernur Anwar Hafid, kompetisi tersebut bukanlah tujuan akhir dari pembinaan.

Menurutnya, pertandingan hanyalah salah satu mata rantai dalam proses panjang untuk menemukan, membina dan mempersiapkan atlet sepak bola Sulawesi Tengah.

Pembinaan Harus Dimulai dari Daerah

Gubernur meminta Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) sepak bola agar lebih aktif menggelar kompetisi di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting agar potensi pemain dari seluruh 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah dapat terpantau dan berkembang melalui sistem kompetisi yang berkesinambungan.

Pemain-pemain berbakat, menurut Anwar, tidak boleh ditemukan secara mendadak menjelang kejuaraan. Mereka harus dipantau, dilatih dan ditempa sejak usia muda melalui jalur pembinaan yang jelas.

Sulawesi Tengah membutuhkan sistem yang mampu mempertemukan pemain-pemain terbaik dari seluruh kabupaten dan kota dengan klub-klub sepak bola yang ada.

“Yang kita bangun bukan hanya kejuaraan untuk mencari siapa yang menjadi juara hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita benar-benar dibina untuk menjadi atlet yang profesional,” tegasnya.

Mencari Talenta dari Rahim Sulawesi Tengah

Anwar Hafid juga menyebut nama pesepak bola nasional Witan Sulaeman sebagai salah satu gambaran bahwa daerah memiliki potensi untuk melahirkan pemain yang mampu menembus level nasional.

“Kita ingin mendapatkan pemain yang benar-benar lahir dari rahim Sulawesi Tengah sendiri,” katanya.

Pesan tersebut menjadi tantangan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola daerah.

Talenta, tanpa kompetisi dan pembinaan yang konsisten, berpotensi hanya menjadi kemampuan yang tidak berkembang. Karena itu, pemain-pemain muda membutuhkan lapangan, pelatih, pertandingan serta sistem pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan.

Piala Soeratin, menurutnya, tidak boleh berhenti hanya sebagai agenda tahunan.

Target Jangka Panjang Menuju PON 2028

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mulai mengarahkan pembinaan sepak bola menuju target yang lebih jauh, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Gubernur meminta KONI Sulawesi Tengah memberikan perhatian khusus terhadap cabang olahraga sepak bola.

Target yang dibangun, kata dia, bukan hanya sekadar berpartisipasi sebagai peserta, tetapi mempersiapkan atlet dan tim yang mampu bersaing serta meraih prestasi.

Untuk mencapai target tersebut, pembinaan harus dilakukan jauh sebelum PON digelar.

Pemain usia U-15 saat ini diharapkan memiliki jalur pembinaan yang jelas menuju kelompok usia U-17, U-20 hingga level senior.

Potensi 53 Klub Sepak Bola

Sulawesi Tengah disebut memiliki sebanyak 53 klub sepak bola, terdiri dari 52 klub Liga 4 amatir dan satu klub profesional, yakni Donggala United yang berlaga di Liga 3.

Jumlah tersebut dinilai sebagai modal besar bagi perkembangan sepak bola daerah.

Namun, keberadaan klub yang cukup banyak belum secara otomatis menjamin kuatnya sistem pembinaan usia muda.

Tantangan berikutnya adalah memastikan klub-klub tersebut memiliki jalur pembinaan pemain muda yang aktif serta didukung kompetisi yang berlangsung secara rutin.

Karena itu, pemerintah daerah, KONI, Askab, Askot, sekolah, klub, pelatih serta seluruh insan sepak bola diharapkan dapat membangun sinergi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Gubernur Siapkan Dukungan Pembinaan

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga menyatakan kesediaannya memberikan dukungan dana pembinaan bagi tim Sulawesi Tengah yang nantinya mewakili daerah pada kompetisi tingkat nasional.

Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat program pembinaan atlet secara terukur dan berkelanjutan.

Pembinaan yang baik harus diterjemahkan melalui program nyata, seperti kompetisi rutin, peningkatan kualitas pelatih, pemantauan pemain, pemusatan latihan serta jalur pembinaan yang jelas dari sepak bola usia dini hingga level senior.

Pesan Sportivitas untuk Pemain Muda

Kepada para pemain muda yang mengikuti kompetisi, Gubernur Anwar Hafid mengingatkan bahwa sepak bola bukan semata-mata tentang menang dan kalah.

Kompetisi harus menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan, membangun disiplin serta membentuk mental sebagai atlet profesional.

“Bertandinglah dengan penuh sportivitas. Terus asah kemampuan, keahlian dan skill,” pesannya.

Gubernur juga meminta seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional agar kompetisi dapat menjadi ruang yang sehat, sportif dan mampu mendukung perkembangan pemain muda.

Gawalise Menjadi Awal Pekerjaan Panjang

Dengan dibukanya Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah 2026, pekerjaan besar pembangunan sepak bola daerah sesungguhnya baru dimulai.

Setelah pertandingan berakhir dan trofi berpindah tangan, tantangan utama adalah memastikan para pemain muda yang tampil di Lapangan Gawalise dan Lapangan Nunu tetap berada dalam sistem pembinaan dan tidak hilang dari pemantauan setelah kompetisi selesai.

Keberhasilan Piala Soeratin tidak semestinya hanya diukur dari siapa yang menjadi juara.

Lebih dari itu, keberhasilan kompetisi harus dilihat dari seberapa banyak talenta yang berhasil ditemukan, dibina, dipertahankan dan kemudian berkembang hingga mampu membawa nama Sulawesi Tengah ke panggung sepak bola nasional.

Gawalise menjadi tempat dimulainya kompetisi.

Namun pembangunan sepak bola Sulawesi Tengah diharapkan terus berjalan jauh melampaui peluit akhir pertandingan.

Pewarta: Syafri Sakula, S.IP

Pos terkait