Gubernur Anwar Hafid Dorong Hemat Energi Jadi Gaya Hidup, Sulteng Perkuat Langkah Menuju Energi Terbarukan

PALU — KRIMSUS86.COM | Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana dalam menggunakan energi secara bijak tidak hanya memberikan manfaat penghematan saat ini, tetapi juga merupakan investasi bagi keberlanjutan energi untuk generasi mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Hemat Energi bertajuk Gaya Hidup Hemat Energi di Tengah Masyarakat, yang digelar Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV.

Berita Lainnya

Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Siranindi, Palu, Rabu (2/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya efisiensi dan konservasi energi.

Gubernur menegaskan bahwa kebiasaan hemat energi memiliki manfaat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan energi secara bijak dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Sementara dalam jangka panjang, penghematan energi merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ketersediaan energi bagi generasi yang akan datang.

“Menghemat energi hari ini sama dengan kita berinvestasi untuk mewariskan energi di masa yang akan datang. Energi akan habis, kecuali energi terbarukan yang sekarang terus digencarkan pemerintah,” ujar Gubernur.

Menurut Anwar Hafid, Sulawesi Tengah memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi terbarukan. Potensi tersebut terus diperkuat melalui pengembangan sejumlah pembangkit listrik berbasis energi air di berbagai wilayah.

Salah satunya adalah pengembangan PLTA Poso yang memiliki kapasitas besar, serta pembangunan pembangkit energi terbarukan di Kabupaten Sigi.

“Sulawesi Tengah memang salah satu penghasil listrik terbesar. Kita memiliki PLTA Poso yang mampu menghasilkan energi listrik hingga 515 megawatt dan sedang dikembangkan kembali. Di Sigi juga sedang dibangun PLTA dengan kapasitas besar. Ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah siap menyambut masa depan energi terbarukan,” jelasnya.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa pengembangan energi terbarukan harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan energi.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memulai gerakan hemat energi dari langkah-langkah sederhana, seperti mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan, mencabut pengisi daya setelah digunakan, serta memanfaatkan cahaya matahari secara maksimal pada siang hari.

“Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan kita sendiri, dari hal-hal kecil. Insyaallah akan memberikan dampak besar bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang,” katanya.

Gubernur juga mencontohkan penerapan pola hidup hemat energi di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah. Pemanfaatan cahaya matahari pada siang hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan energi listrik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Menurutnya, gerakan hemat energi juga sejalan dengan kebijakan efisiensi yang tengah diterapkan pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk turut membangun budaya hemat energi, khususnya di lingkungan kerja dan perkantoran.

“Di masa efisiensi seperti sekarang, hemat energi menjadi penting. Kita harus membiasakan diri menggunakan energi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, mengatakan bahwa gerakan hemat energi harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam membangun budaya hemat energi karena berperan langsung dalam kehidupan keluarga serta dapat menjadi pengingat bagi seluruh anggota keluarga untuk menggunakan energi secara bijak.

Ia mencontohkan kebiasaan sederhana, seperti tidak menyalakan lampu ketika cahaya matahari masih mencukupi serta mencabut pengisi daya perangkat elektronik setelah selesai digunakan.

“Mari kita jadikan hemat energi menjadi gaya hidup kita. Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik dan berbagai peralatan secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” ujarnya.

Sri Suparni Bahlil menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Seruni Kabinet Merah Putih untuk mengambil peran dalam mendukung program pemerintah di bidang energi, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan serta perluasan akses listrik bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, keluarga, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, gerakan hemat energi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kampanye, tetapi dapat berkembang menjadi budaya dan kebiasaan bersama.

Bagi Sulawesi Tengah, langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemanfaatan sumber daya energi dilakukan secara efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan menuju masa depan energi yang lebih bersih.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, antara lain Ibu Menteri Pekerjaan Umum dan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua TP-PKK kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, organisasi perempuan, serta peserta sosialisasi dari berbagai unsur masyarakat.

(Nofli)

Pos terkait