BUOL | KRIMSUS86.COM — Dugaan praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan kembali menjadi perhatian di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kali ini, dugaan tersebut mengarah kepada salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu.
Berdasarkan pantauan langsung Tim Media KRIMSUS86.COM di lokasi pada Selasa, 2 September 2026, terlihat sejumlah aktivitas yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan dari instansi berwenang.
Di area SPBU tersebut tampak sejumlah kendaraan roda empat berukuran besar terparkir di sekitar lokasi. Selain itu, terlihat pula sejumlah galon berkapasitas sekitar 30 liter yang berada di area terbuka dan diduga akan digunakan untuk pengisian BBM.
Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan bahwa aktivitas pengisian BBM menggunakan wadah galon tersebut diduga telah berlangsung dalam waktu cukup lama.
“Setiap hari ada puluhan galon yang diisi, kendaraan pengangkutnya datang bergantian. Bukan hanya untuk kebutuhan warga Desa Lonu atau wilayah sekitar, tetapi diduga dikumpulkan oleh pengepul untuk kemudian dibawa keluar daerah,” ujar sumber tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar yang diduga dikumpulkan melalui aktivitas tersebut diduga kembali diperjualbelikan dengan harga yang lebih tinggi.
Bahkan, terdapat informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut mengenai dugaan pengiriman sebagian BBM tersebut ke luar wilayah Kabupaten Buol, termasuk ke arah wilayah Provinsi Gorontalo.
Apabila dugaan tersebut benar, maka aktivitas tersebut perlu mendapat penelusuran serius oleh pihak berwenang karena BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat dan kelompok penerima yang berhak sesuai ketentuan pemerintah.
Saat Tim Media KRIMSUS86.COM berupaya melakukan konfirmasi di lokasi, salah seorang operator SPBU belum memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang diajukan wartawan terkait dugaan penjualan BBM bersubsidi tersebut.
Media ini juga meminta penjelasan mengenai mekanisme pembelian BBM, termasuk apakah proses pengisian dilakukan sesuai dengan ketentuan sistem dan persyaratan yang berlaku, termasuk penggunaan barcode atau mekanisme pendataan bagi konsumen yang berhak.
Namun, hingga saat konfirmasi dilakukan, pihak operator yang berada di lokasi belum memberikan keterangan atau penjelasan terkait pertanyaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim Media KRIMSUS86.COM juga masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pengelola SPBU Desa Lonu terkait aktivitas yang ditemukan di lapangan.
Selain itu, tanggapan dari instansi terkait dan pihak yang memiliki kewenangan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi, termasuk pemerintah daerah serta pihak pengawas Pertamina di wilayah Sulawesi Tengah, masih terus diupayakan.
Dugaan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena selama ini masih terdapat warga yang mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM bersubsidi pada waktu-waktu tertentu.
Masyarakat berharap pihak yang berwenang dapat segera melakukan pemeriksaan secara objektif dan menyeluruh terhadap aktivitas di SPBU Desa Lonu. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah seluruh proses penyaluran BBM telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat berharap pihak terkait dapat mengambil langkah dan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan resmi juga diharapkan dapat disampaikan secara terbuka kepada publik guna menghindari kesimpangsiuran informasi.
KRIMSUS86.COM tetap menjunjung asas keberimbangan dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi bagi pengelola SPBU Desa Lonu, pihak PT Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, maupun instansi penegak hukum terkait untuk memberikan penjelasan atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini.
Tim Media KRIMSUS86.COM akan terus melakukan pemantauan serta berupaya menghimpun keterangan dari seluruh pihak terkait mengenai dugaan tersebut.
Reporter: Syafri Sakula, S.IP
Biro Buol, Sulawesi Tengah






