Petani Desa Pongko dan Salutubu Desak Pengairan Darurat, Khawatir Gagal Panen dan Krisis Pangan Lokal

LUWU, SULAWESI SELATAN — KRIMSUS86.COM — Para petani di Desa Pongko dan Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera memberikan bantuan pengairan darurat akibat kondisi kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian masyarakat.

Kekeringan yang terjadi menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekurangan pasokan air. Tanaman padi dilaporkan mulai terdampak kekeringan, sehingga para petani khawatir kondisi tersebut dapat berujung pada gagal panen apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan.

Berita Lainnya

Menurut aspirasi yang disampaikan para petani, kebutuhan mendesak saat ini adalah tersedianya fasilitas pengairan darurat berupa pembuatan sumur bor, pipanisasi darurat, serta dukungan bahan bakar untuk operasional pompa air.

Para petani berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan untuk membantu mengalirkan air ke area persawahan yang saat ini mengalami kekurangan sumber air.

“Pengairan darurat menjadi harapan utama kami saat ini. Jika penanganan terlambat, kami khawatir tanaman yang sedang tumbuh tidak dapat diselamatkan dan hasil panen masyarakat akan mengalami kerugian,” ungkap salah seorang perwakilan petani.

Kondisi kekeringan yang berlangsung disebut telah menyebabkan sumber-sumber air di sekitar kawasan pertanian mengalami penurunan debit. Saluran irigasi yang sebelumnya menjadi sumber utama pengairan juga dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan air bagi seluruh hamparan persawahan yang terdampak.

Petani mengaku telah berupaya melakukan berbagai langkah secara mandiri untuk mempertahankan tanaman. Namun, keterbatasan fasilitas dan kemampuan operasional membuat masyarakat membutuhkan dukungan dari pemerintah serta instansi terkait.

📢 Desakan Petani kepada Pemerintah

Para petani di Desa Pongko dan Desa Salutubu meminta adanya langkah cepat melalui:

1. Pembuatan Sumur Bor

Pembuatan sumur bor di sejumlah titik persawahan yang mengalami kondisi kekeringan kritis untuk menyediakan sumber air alternatif.

2. Pipanisasi Darurat

Pembangunan atau pemasangan jaringan pipa sementara guna menyalurkan air dari sumber yang tersedia menuju lahan pertanian.

3. Bantuan Operasional Bahan Bakar Pompa Air

Bantuan bahan bakar untuk mendukung pengoperasian pompa air agar proses pengairan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

4. Tindakan Cepat dan Tepat Waktu

Para petani berharap pemerintah dapat segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret, mengingat tanaman pertanian membutuhkan pasokan air dalam waktu yang tidak dapat ditunda terlalu lama.

⚠️ Ancaman terhadap Ketahanan Pangan Lokal

Para petani menilai, apabila kondisi kekeringan tidak segera ditangani, terdapat risiko terjadinya penurunan hasil produksi pertanian di wilayah terdampak. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi petani serta ketersediaan bahan pangan di tingkat lokal.

Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Luwu, Dinas Pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait dapat segera memberikan perhatian dan melakukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Bantuan pengairan darurat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menyelamatkan tanaman yang masih dapat dipertahankan, sekaligus menjaga produktivitas pertanian masyarakat.

Para petani berharap aspirasi tersebut dapat segera mendapat respons dan tindak lanjut dari pihak-pihak yang berwenang.

📌 Lokasi Laporan:

Desa Pongko dan Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Penulis: Risal AD

Editor/Pewarta: KRIMSUS86.COM

Pos terkait