Proyek Revitalisasi SD Mitra Batik Disorot, Penerapan APD dan Pengawasan Dipertanyakan

KOTA TASIKMALAYA | Krimsus86.com — Kamis, 20 Agustus 2026 — Pelaksanaan proyek revitalisasi SD Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, menjadi sorotan menyusul dugaan belum optimalnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh para pekerja di lokasi proyek.

Berdasarkan pemantauan awak media di lapangan, sejumlah pekerja proyek diduga belum menggunakan APD sebagaimana standar keselamatan kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat pekerjaan konstruksi memiliki potensi risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Berita Lainnya

Penggunaan APD semestinya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, bukan sekadar formalitas. Penerapan K3 diperlukan untuk melindungi pekerja sekaligus memastikan kegiatan pembangunan berlangsung secara aman dan tertib.

Saat dikonfirmasi awak media, Sekretaris Yayasan Mitra Batik, Saepul, mengakui bahwa penggunaan alat pelindung kerja perlu menjadi perhatian.

“Oh iya, nanti saya ingatkan kepada pekerja dan sekolah untuk dipakai alat pelindung kerjanya,” ujar Saepul, Kamis (20/8/2026).

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan terhadap penerapan K3 telah dilakukan sejak pekerjaan dimulai, khususnya pada proyek revitalisasi yang disebut menggunakan pembiayaan dari anggaran pemerintah.

Selain persoalan APD, keberadaan pihak sekolah dalam pengawasan kegiatan proyek juga turut dipertanyakan. Saat awak media melakukan pemantauan di lokasi, pihak sekolah SD Mitra Batik tidak terlihat berada di area pengerjaan. Di lokasi disebut terdapat pihak yayasan.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena proyek pembangunan di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pekerja, tetapi juga menyangkut keamanan peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat di sekitar lokasi.

Publik juga berhak mengetahui pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan harian, pengawas pekerjaan, serta mekanisme penerapan K3 dan pengendalian mutu selama proyek berlangsung.

Awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak SD Mitra Batik, pelaksana proyek, pengawas pekerjaan, serta instansi terkait guna mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.

Proyek yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, transparansi, dan pengawasan.

Jangan sampai aspek keselamatan baru menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan.

Catatan Redaksi:

Dugaan dan pertanyaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak sekolah, yayasan, pelaksana proyek, pengawas pekerjaan, serta instansi terkait. Redaksi Krimsus86.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang dan kode etik jurnalistik.

Sandi.R//red

Pos terkait