Putra Mahkota Kesultanan Gowa Luncurkan Buku Alih Aksara Lontara’ Bilang Gowa Tallo’

GOWA | Krimsus86.com — Upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan kembali mencatatkan langkah penting melalui peluncuran buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ yang digelar di Warkop Mannangkasi, Mawang, Kabupaten Gowa, Rabu (12/8/2026) malam.

Buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ merupakan hasil alih aksara dari naskah kuno bernomor registrasi VT 25. Kehadiran buku tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan kembali kandungan naskah klasik Lontara dalam bentuk yang lebih mudah dibaca, dipahami, dan dipelajari masyarakat luas, tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Berita Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Putra Mahkota Kesultanan Gowa, A. Muhammad Imam (Patimatarang), hadir didampingi Punggawa Kunjung Mae. Ia memaparkan sejarah, nilai-nilai budaya, serta pentingnya penyelamatan dan pelestarian naskah-naskah kuno sebagai bagian dari warisan intelektual masyarakat Sulawesi Selatan.

“Naskah Lontara bukan sekadar peninggalan tertulis, melainkan sumber pengetahuan yang merekam perjalanan sejarah, nilai-nilai, serta identitas masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan,” ujar A. Muhammad Imam dalam pemaparannya.

Proses alih aksara naskah VT 25 disusun oleh tim yang terdiri atas A. Muhammad Imam (Patimatarang/Putra Mahkota), Ashari Gunawan, Andi Muh. Nur Fajrin, dan Renaldi.

Program alih aksara hingga penerbitan buku tersebut mendapat dukungan serta pendanaan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan, sebagai bagian dari komitmen dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah lokal sekaligus membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami warisan intelektual para leluhur.

Melalui semangat “Inai A’Gau, Inai Ni Bilang”, kehadiran Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus menelusuri sejarah, memahami identitas budaya, serta menjaga warisan tradisi agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

((Robby.R))

Pos terkait