JAKARTA | Krimsus86.com Berawal dari melihat peluang usaha makanan ringan di tengah pandemi Covid-19, pasangan suami istri Aldo dan Lilis merintis usaha PEYEK ALLIS pada 2020. Berbekal kreativitas, ketekunan, serta komitmen menjaga kualitas, usaha tersebut kini berkembang dan produknya telah dipasarkan hampir di seluruh wilayah Jabodetabek.
PEYEK ALLIS hadir dengan konsep camilan khas Nusantara yang dikemas secara modern menggunakan toples. Konsep tersebut dipilih agar peyek tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga tampil menarik dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
Sejak awal berdiri, usaha ini dirintis secara mandiri oleh Aldo dan Lilis. Hingga kini, kapasitas produksinya terus berkembang. Dalam sehari, PEYEK ALLIS mampu memproduksi sekitar 150 hingga 200 toples peyek dengan ukuran toples 5 liter.
Dalam proses pembuatannya, PEYEK ALLIS menggunakan bahan utama berupa tepung beras, tepung tapioka, telur, serta berbagai rempah-rempah berkualitas. Proses produksi masih dilakukan secara manual sebagai bagian dari upaya menjaga cita rasa dan kualitas produk.
Tidak hanya mengandalkan rasa, PEYEK ALLIS juga memperhatikan tampilan produk. Peyek ditata dengan rapi di dalam toples sehingga terlihat lebih menarik dan memberikan kesan berbeda dibandingkan produk peyek pada umumnya.
Dengan cita rasa gurih dan renyah, PEYEK ALLIS dikenal dengan ungkapan “gurih, renyah, nagih.” Bahkan, sejumlah agen snack dan frozen food memberikan julukan “Peyek Sultan” kepada produk tersebut.
Untuk menjaga kualitas, PEYEK ALLIS mengutamakan produk yang fresh. Produksi dilakukan ketika akan memenuhi pesanan dari para agen snack dan frozen food, sehingga konsumen mendapatkan produk dalam kondisi yang tetap terjaga kualitasnya.
Dari sisi pemasaran, PEYEK ALLIS pada awalnya memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Seiring meningkatnya permintaan dan kepercayaan pelanggan, jaringan pemasaran terus berkembang hingga produknya kini menjangkau berbagai wilayah di Jabodetabek.
Target utama pemasaran PEYEK ALLIS adalah agen snack dan frozen food. Selain memiliki pelanggan tetap, usaha tersebut juga didukung sejumlah reseller yang turut memperluas jangkauan pemasaran.
Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, Aldo dan Lilis tetap menempatkan kualitas sebagai prioritas. Konsistensi rasa, bahan berkualitas, produk fresh, serta inovasi dalam kemasan menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Saat ini, PEYEK ALLIS memiliki tiga varian utama, yakni kacang tanah, udang rebon, dan kacang hijau. Produk tersebut juga telah memiliki sertifikat halal, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
Perjalanan PEYEK ALLIS sejak 2020 menjadi gambaran bahwa peluang usaha dapat tumbuh dari situasi yang penuh tantangan. Dengan ketekunan, inovasi, menjaga kualitas, serta memperluas jaringan agen dan reseller, usaha yang dirintis Aldo dan Lilis tersebut terus berkembang dan semakin dikenal sebagai “Peyek Sultan.”
(Efri)






