Konsumen Pertanyakan Profesionalitas Pelayanan TIKI Sekayu, Tiga Hari Datang ke Kantor Disebut Tak Menemukan Petugas Loket
SEKAYU, MUSI BANYUASIN — Keluhan masyarakat terhadap layanan jasa pengiriman TIKI di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menjadi perhatian. Persoalan yang disampaikan konsumen tidak hanya berkaitan dengan keterlambatan paket, tetapi juga menyangkut akses informasi, respons petugas, serta pelayanan ketika konsumen hendak melakukan pengaduan.
Salah satu konsumen, Halimah, mengaku telah tiga hari mendatangi kantor TIKI Sekayu untuk menanyakan keberadaan paket miliknya yang belum diterima.
Menurut Halimah, selama beberapa kali mendatangi kantor tersebut, dirinya disebut kesulitan menemui petugas loket.
“Sudah tiga hari cuma pegawai loketnyo katek terus,” ujar Halimah dalam percakapan WhatsApp yang diterima redaksi.
Selain mendatangi kantor secara langsung, Halimah juga mengaku telah menghubungi pihak TIKI melalui WhatsApp. Namun, pada saat itu pesan yang disampaikan belum memperoleh respons.
Paket yang dipersoalkan tersebut diketahui dikirim dari Samarinda, Kalimantan Timur, pada 28 Juli 2026, dengan tujuan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.
Hingga berita ini diterbitkan, konsumen masih menunggu kepastian mengenai keberadaan dan waktu kedatangan paket tersebut.
KELUHAN DISEBUT BUKAN HANYA DARI SATU KONSUMEN
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena informasi yang diterima redaksi menyebutkan adanya konsumen lain yang turut mempertanyakan pelayanan TIKI Sekayu, terutama ketika paket mengalami keterlambatan dan konsumen membutuhkan informasi mengenai proses pengiriman.
Namun demikian, redaksi menegaskan bahwa keluhan konsumen tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan bahwa seluruh pelayanan TIKI bermasalah.
Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak perusahaan serta evaluasi terhadap pelayanan di lapangan agar persoalan dapat dilihat secara objektif berdasarkan fakta.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian konsumen antara lain mengenai ketersediaan petugas loket pada jam pelayanan, kecepatan respons terhadap pengaduan, mekanisme pelacakan paket, serta prosedur penanganan apabila terjadi keterlambatan pengiriman.
TIKI BERIKAN RESPONS, SEBUT MASIH MENUNGGU KONFIRMASI KURIR
Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada pegawai TIKI bernama Viana melalui WhatsApp.
Pihak TIKI memberikan respons terkait paket yang dikeluhkan konsumen dan menyampaikan bahwa proses penelusuran masih dilakukan.
“Mohon maaf atas keterlambatan paketnya, kami sedang menunggu konfirmasi dari kurir,” demikian respons Viana kepada awak media.
Dengan adanya respons tersebut, pihak TIKI telah memberikan penjelasan awal bahwa keterlambatan paket masih dalam proses penelusuran dan pihak kantor menunggu informasi dari kurir.
Meski demikian, konsumen masih membutuhkan informasi lebih konkret mengenai posisi paket, penyebab keterlambatan, serta perkiraan waktu paket dapat diterima.
KONSUMEN BERHAK MENDAPATKAN INFORMASI
Dalam layanan jasa ekspedisi, kepercayaan konsumen merupakan bagian penting dari pelayanan.
Konsumen telah membayar biaya pengiriman dan menyerahkan barang kepada perusahaan untuk diproses hingga sampai kepada penerima. Ketika terjadi kendala, konsumen tentu membutuhkan informasi yang jelas mengenai kondisi barang dan proses penyelesaiannya.
Keterlambatan pengiriman dapat terjadi karena berbagai faktor. Namun, persoalan tersebut semestinya disertai komunikasi yang memadai agar konsumen tidak merasa kesulitan mendapatkan informasi.
Apalagi jika konsumen telah datang langsung ke kantor maupun berusaha menghubungi petugas melalui saluran komunikasi yang tersedia.
REDAKSI MINTA TIKI LAKUKAN EVALUASI
Redaksi Krimsus86.com meminta pihak TIKI Sekayu maupun manajemen terkait untuk memberikan penjelasan mengenai standar pelayanan kepada konsumen, jam operasional petugas loket, mekanisme pengaduan, serta prosedur penanganan paket yang mengalami keterlambatan.
Jika terdapat kekurangan dalam pelayanan, evaluasi dan perbaikan tentunya menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali dialami konsumen.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak TIKI maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan informasi tambahan apabila terdapat data atau fakta yang perlu diluruskan.
Bagi konsumen lain yang memiliki pengalaman serupa, redaksi mengimbau agar setiap informasi disampaikan secara bertanggung jawab dan dilengkapi bukti pendukung sehingga dapat dilakukan verifikasi sebelum diberitakan.
KONSUMEN TIDAK MEMINTA KEISTIMEWAAN
Pada akhirnya, konsumen tidak meminta perlakuan khusus.
Mereka hanya membutuhkan kepastian, informasi yang jelas, dan pelayanan yang bertanggung jawab ketika terjadi kendala dalam proses pengiriman.
Jika paket terlambat, konsumen berhak mengetahui penyebabnya.
Jika terdapat kendala distribusi, konsumen berhak mendapatkan penjelasan.
Dan jika proses penelusuran masih berlangsung, konsumen semestinya memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganannya.
Sebab bisnis ekspedisi bukan semata-mata tentang mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Di balik setiap paket terdapat biaya yang telah dibayarkan, kebutuhan yang ditunggu, waktu yang dipertaruhkan, serta kepercayaan konsumen yang harus dijaga.
Jika pelayanan berjalan baik, berikan kepastian. Jika terjadi kendala, jelaskan secara transparan. Jika terdapat kekurangan, lakukan perbaikan.(Enis//red)






