Rumah Warga Madusari Ambrol, Hampir Sebulan Belum Diperbaiki, Keluarga Berharap Pemerintah Segera Turun Tangan

MAGELANG | Krimsus86.com — Rumah milik Sumiyah (40), warga Dusun Badong RT 13 RW 06, Desa Madusari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, mengalami kerusakan parah setelah bagian atap rumah tersebut ambrol. Peristiwa itu terjadi sekitar satu bulan lalu dan hingga kini kondisi rumah belum dapat diperbaiki karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Suami Sumiyah, Budi Santoso (56), saat ditemui awak media pada Sabtu (8/8/2026), menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Ia bersama istrinya dikejutkan oleh suara dan kondisi atap rumah yang tiba-tiba runtuh.

Berita Lainnya

“Waktu kejadian malam hari. Saya dan istri kaget karena tiba-tiba atap rumah ambrol. Memang kondisi rumah ini sudah tua dan bagian atasnya banyak yang rapuh,” ujar Budi.

Menurut Budi, rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua istrinya. Saat kejadian berlangsung, Sumiyah sedang berada di rumah adiknya karena selama ini harus membantu merawat sang adik yang mengalami gangguan kejiwaan. Kedua orang tua mereka diketahui telah meninggal dunia.

Pasca kejadian, warga sekitar bergotong royong membantu membersihkan puing-puing bangunan dan kayu yang berserakan akibat ambrolnya atap rumah.

Saat ini, Budi bersama istrinya memilih tinggal sementara di Dusun Kembangan, Desa Madusari. Sementara itu, adik Sumiyah masih tinggal seorang diri di sekitar bagian belakang rumah yang mengalami kerusakan.

Budi mengaku belum mampu memperbaiki rumah tersebut secara mandiri lantaran kondisi ekonominya yang terbatas. Sehari-hari, ia bekerja di sebuah warung nasi kucing dengan penghasilan yang menurutnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Untuk memperbaiki rumah, saya belum mampu karena kondisi ekonomi sedang sulit. Penghasilan saya dari bekerja di warung nasi kucing hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Budi juga menyampaikan bahwa sehari setelah kejadian, Kepala Dusun (Kadus) setempat sempat datang melihat kondisi rumah. Menurutnya, saat itu Kadus menyampaikan rencana pengajuan bantuan melalui proposal.

“Pagi harinya Pak Kadus datang melihat kondisi rumah. Beliau menyampaikan akan mengajukan bantuan melalui proposal. Namun sampai sekarang belum ada kepastian apakah bantuan tersebut bisa diberikan atau tidak. Saya masih menunggu informasi dari Kadus,” jelas Budi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga menyampaikan bahwa belum ada peninjauan lebih lanjut maupun bantuan yang diterima dari Pemerintah Desa ataupun pihak Kecamatan Secang terkait kondisi rumah tersebut.

Keluarga berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi rumah yang mengalami kerusakan parah tersebut, terutama mengingat keterbatasan ekonomi dan adanya anggota keluarga yang masih membutuhkan perhatian.

“Kami berharap kepada Bapak Presiden Prabowo bisa membantu membangunkan kembali rumah kami yang terkena musibah ini, sehingga rumah tersebut bisa ditempati kembali,” pungkas Budi.

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait agar dapat dilakukan pendataan dan verifikasi di lapangan serta dicarikan solusi bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Redaksi)

Pos terkait