Kolaborasi BNNP Jambi, Pemkab Sarolangun, Densus 88 dan Polda Jambi Perkuat Peran Masyarakat dalam P4GN

SAROLANGUN | Krimsus86.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Jambi memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap paham radikal dan terorisme.

Penguatan komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme serta Bahaya Narkoba di Kabupaten Sarolangun, yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati dan Ruang Pola Bupati Sarolangun, Jumat (7/8/2026).

Berita Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., Kasatgaswil Densus 88 KBP B. D. Ietra, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., CHRA, Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. Budi Hidayat, S.I.K., Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E., Kapolres Sarolangun AKBP Wedy Oktariansyah, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda dan OPD Kabupaten Sarolangun.

Turut hadir staf ahli dan pejabat Pemerintah Kabupaten Sarolangun, jajaran Kementerian Agama dan Kementerian Haji, unsur TNI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, para camat, lurah, kepala desa, sekretaris desa, serta Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Sarolangun.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E., dan Kapolres Sarolangun AKBP Wedy Oktariansyah, S.I.K., M.H. Selanjutnya, Kepala BNN Provinsi Jambi menyerahkan Piagam Penghargaan P4GN kepada Bupati Sarolangun sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan program P4GN.

Penyerahan penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BNN, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan Kabupaten Sarolangun yang bersih dan tangguh terhadap ancaman narkotika.

Edukasi Ancaman Narkotika Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNN Provinsi Jambi menyampaikan materi bertema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Ketahanan Masyarakat terhadap Ancaman Narkotika.”

Materi tersebut menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda, khususnya pelajar, agar tumbuh sebagai generasi yang sehat, berprestasi, memiliki ketahanan diri, serta mampu menolak berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perkembangan situasi narkotika di Indonesia dan Provinsi Jambi, termasuk berbagai jalur dan modus peredaran gelap narkotika yang terus mengalami perkembangan.

Selain narkotika konvensional, masyarakat juga diingatkan terhadap munculnya berbagai zat berbahaya baru yang berpotensi disalahgunakan.

Salah satunya mengenai bahaya vape ilegal yang mengandung etomidate, yang belakangan dikenal dengan istilah “vape zombie”. Peserta diberikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan serta dampaknya terhadap kesehatan.

BNNP Jambi mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh ajakan untuk mencoba narkoba maupun produk ilegal lainnya.

Masyarakat juga didorong untuk berani menolak, mencegah, serta melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui BNN Call Center 184.

Masyarakat Didorong Menjadi Agen Perubahan

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa upaya P4GN bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN maupun aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

BNN hadir sebagai mitra masyarakat melalui berbagai pendekatan, mulai dari edukasi, pencegahan, pemberdayaan masyarakat hingga kolaborasi lintas sektor.

Elemen pendidikan seperti guru, orang tua dan pelajar juga didorong untuk menjadi mitra strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah pembentukan Relawan Anti Narkoba sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat maupun satuan pendidikan.

Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, upaya pencegahan diharapkan tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Waspadai Paham Radikal, Terorisme dan Perundungan

Kegiatan sosialisasi juga diperkuat dengan penyampaian pengalaman dan kilas balik dari mantan narapidana terorisme serta materi mengenai pencegahan IRET, TCC dan perundungan yang disampaikan oleh Kasatgaswil Densus 88.

Materi tersebut memberikan perspektif kepada peserta mengenai pentingnya membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman sosial yang dapat berkembang di lingkungan masyarakat maupun generasi muda.

Kolaborasi antara BNNP Jambi, Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Densus 88, Polda Jambi, TNI, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan yang lebih kuat dan terpadu.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diajak untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkotika, paham radikal, terorisme, perundungan dan berbagai ancaman sosial lainnya.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sarolangun yang aman, sehat, produktif, serta memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu masa depan generasi bangsa.

JASAHARDI//RED

KRIMSUS86.COM — TEGAS, LUGAS, TERPERCAYA

Pos terkait