Gunungsitoli | Krimsus86.com,Pemilik tangkahan pasir di Desa Ononamolo I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Yarman Zebua alias Luken, membantah pemberitaan yang menyebut dirinya memasok pasir laut untuk proyek pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias.
Pernyataan tersebut disampaikan Luken sebagai klarifikasi atas informasi yang beredar di sejumlah media. Ia menegaskan bahwa material yang dipasok kepada pihak proyek merupakan pasir sungai, bukan pasir laut seperti yang diberitakan.
Menurut Luken, beberapa waktu lalu dirinya memang sempat ditemui oleh sejumlah wartawan yang menanyakan harga pasir yang dijualnya. Namun, ia mengaku tidak pernah memberikan keterangan bahwa pasir yang dipasok berasal dari laut.
“Beberapa minggu lalu ada rekan-rekan wartawan yang datang menemui saya dan menanyakan harga pasir yang saya jual. Saya menjelaskan harga pasir sungai yang saya miliki. Tetapi saya heran, mengapa kemudian diberitakan seolah-olah saya menjual pasir laut,” ujar Luken, Selasa (4/8/2026).
Luken kembali menegaskan bahwa pasir yang dipesan oleh pihak Sukma merupakan pasir sungai yang berasal dari aliran Sungai Idanoi.
“Saya sampaikan dengan jujur bahwa pasir yang diminta pihak Sukma adalah pasir sungai. Pasir yang saya kirim merupakan pasir Sungai Idanoi. Saya menyebutnya pasir Sungai Idanoi karena material tersebut berasal dari aliran sungai yang sampai ke lokasi pengambilan,” tegasnya.
Secara terpisah, Humas PT Razasa Karya, Eko Sembiring, juga memberikan penjelasan terkait asal material yang digunakan dalam pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias.
Menurut Eko, pihaknya sejak awal memesan pasir sungai kepada Luken dan tidak pernah memesan pasir laut.
“Saya memesan pasir sungai kepada Bang Luken dan beliau menyampaikan bahwa pasir sungai tersedia. Karena itu material tersebut digunakan dalam pembangunan SMAN Unggulan Sukma. Intinya, yang kami pesan adalah pasir sungai,” ujar Eko.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa material pasir laut digunakan dalam pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pasokan pasir dari wilayah Idanogawo, Idanoi, hingga Bogali (Sitolu Ori) masih terus didistribusikan ke lokasi proyek yang berada di Desa Fodo.
Pihak-pihak terkait berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat mengedepankan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
(Red//Tim)






