Lampung Tengah | Krimsus86.com, 12 Juli 2026 – Prosesi adat Begawi yang berlangsung di wilayah Lampung Tengah menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah dan pelestarian adat budaya Lampung. Rangkaian prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur, kesinambungan adat, serta pengukuhan kedudukan adat bagi generasi penerus.
Sejarah kembali membuka lembaran baru. Berabad-abad silam, Batin Suttan I pernah ngibal di Candi Mas. Seiring bergulirnya waktu dan perjalanan sejarah, pada Minggu, 12 Juli 2026, sebuah prosesi adat kembali menjadi bagian penting dari perjalanan panjang budaya Lampung.
Dalam suasana temaram, kedua tokoh adat tersebut duduk di Nuwo Tuho Buay Minak Tuan Kujo Kuaso. Selanjutnya, keduanya dijemput dengan jepano untuk menuju Balai Kencana Adat, Sesat Bandar Terbanggi, Terbanggi Libo.
Rangkaian prosesi kemudian dilanjutkan dengan tahapan Munggah Bumi, Mepejeng, dan Nyesako di atas pepadun. Prosesi tersebut menjadi bagian dari pengukuhan tahta kebumian dan kedudukan adat dalam tatanan masyarakat Lampung.
Seluruh rangkaian adat tersebut merupakan buah dari upaya, pengorbanan, pemikiran, perasaan, materi, tenaga, keringat, serta waktu yang telah dicurahkan oleh keluarga dan masyarakat adat. Semua perjuangan tersebut diharapkan menjadi amal kebaikan, baik pada zaman sekarang maupun bagi anak buay dan generasi penerus di berbagai masa yang akan datang.
“Sebatas ini, upaya yang kemaman dan waghey kalian dapat lakukan. Pikiran, perasaan, materi, tenaga, keringat dan waktu yang sudah tercurah, semoga menjadi amal kebaikan, baik di zaman kita maupun kelak di anak buay di bebidang zaman,” demikian makna yang terkandung dalam pesan adat tersebut.
Dengan telah terlaksananya seluruh rangkaian adat, disampaikan ucapan Lepus Muttey, Naken dan Adikkeu, kepada Suttan Puset Terbang Tinggi dan Suttan Ki Jabarullah.
Adat yang telah terlaksana diharapkan dapat terus dijaga, diterapkan, serta diwariskan melalui cara-cara yang baik, bijaksana, terhormat, dan terpuji dalam kehidupan bermasyarakat.
Prosesi Begawi ini menjadi bukti bahwa adat dan budaya Lampung tetap hidup serta memiliki peran penting dalam membangun jati diri, memperkuat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
(Sahrul//red)






