Pelatihan E-HDW Digelar di Desa Setia Jaya, Transformasi Digital Jadi Senjata Baru Perangi Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

MUSI BANYUASIN, KRIMSUS86.COM – Pemerintah Desa Setia Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Electronic Human Development Worker (E-HDW) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Balai Desa Sinar Jaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, kader kesehatan, serta unsur terkait lainnya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Berita Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Setia Jaya Rustan, perangkat desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, kader kesehatan, serta Tim Penggerak PKK Desa Setia Jaya yang dipimpin Susilawati.

Pelatihan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Desa Setia Jaya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, pemerintah desa juga terus memperkuat kapasitas kader yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dan pendampingan masyarakat.

Teknologi Digital Percepat Penanganan Stunting

Melalui aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW), para kader mendapatkan pembekalan teknis mengenai pendataan keluarga berisiko stunting, pemantauan ibu hamil dan balita, pencatatan pelayanan Posyandu, hingga penyusunan laporan secara digital.

Pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan secara cepat, tepat, serta terarah.

Digitalisasi pendataan juga diharapkan dapat mempercepat intervensi terhadap keluarga yang membutuhkan pendampingan sehingga program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Rustan: Stunting Adalah Tanggung Jawab Bersama

Kepala Desa Setia Jaya, Rustan, menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya masalah kesehatan, melainkan menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

“Stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Kader memiliki peran yang sangat penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh kader semakin terampil memanfaatkan teknologi, meningkatkan kualitas pendampingan kepada keluarga, serta menghasilkan data yang valid sehingga setiap program penanganan stunting benar-benar tepat sasaran,” tegas Rustan.

Menurutnya, keberhasilan dalam menurunkan angka stunting tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah desa. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, pendamping desa, hingga masyarakat dan keluarga.

Selain meningkatkan kompetensi, kegiatan pelatihan tersebut juga menjadi forum koordinasi dan penyamaan persepsi antar pemangku kepentingan agar program percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan.

Para peserta mengikuti materi secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik penggunaan aplikasi E-HDW, serta simulasi pendataan yang nantinya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Program E-HDW menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting, khususnya melalui pendampingan keluarga pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Masa tersebut merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang turut menentukan perkembangan otak, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Dengan dukungan teknologi digital, data yang dihimpun oleh para kader dapat dikelola secara lebih sistematis sehingga pemerintah desa bersama instansi terkait dapat mengambil langkah cepat terhadap keluarga yang memerlukan perhatian khusus.

Ketua TP PKK Desa Setia Jaya, Susilawati, menilai bahwa peran kader dan PKK sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan aktif seluruh keluarga dan masyarakat.

Kesadaran mengenai pola hidup sehat, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala harus terus ditingkatkan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini.

Pemerintah Desa Setia Jaya optimistis peningkatan kapasitas kader yang didukung sinergi lintas sektor akan menjadi kekuatan penting dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Transformasi digital melalui E-HDW diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan data yang semakin akurat, pendampingan yang semakin berkualitas, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Desa Setia Jaya menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.(Enis//red)

Pos terkait