JAKARTA – KRIMSUS86.COM – Ketua Umum DPP Perkumpulan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, mengapresiasi keberhasilan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar lonjakan popularitas dan nilai saham perusahaan tidak dimanfaatkan sebagai sarana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Menurut M. Nurullah RS, antusiasme investor terhadap saham RANS yang mengalami kenaikan signifikan pada hari pertama perdagangan merupakan cerminan tingginya kepercayaan publik terhadap perusahaan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasar modal harus tetap dijaga integritasnya melalui sistem pengawasan yang kuat dan transparan.
“Keberhasilan sebuah perusahaan memasuki pasar modal patut diapresiasi. Namun, jangan sampai keberhasilan tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyamarkan dana hasil tindak pidana melalui transaksi saham. Pasar modal harus tetap bersih, transparan, dan bebas dari praktik pencucian uang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan perusahaan serta asal-usul dana yang digunakan dalam setiap transaksi investasi. Menurutnya, keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal Indonesia.
M. Nurullah RS menyatakan sependapat dengan komitmen manajemen RANS untuk membangun perusahaan yang profesional dan mampu mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Namun, komitmen tersebut harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap seluruh regulasi, termasuk prinsip-prinsip pencegahan TPPU.
Ia berharap otoritas terkait, termasuk regulator pasar modal dan lembaga pengawas transaksi keuangan, terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap setiap aktivitas perdagangan saham guna mencegah potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya terlihat dari tingginya harga saham, tetapi juga dari kinerja perusahaan yang sehat, tata kelola yang baik, serta terbebas dari segala bentuk penyalahgunaan yang dapat merugikan negara, investor, dan masyarakat,” pungkasnya.
PWDPI berharap momentum pencatatan saham RANS di BEI menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan industri kreatif nasional, sekaligus menjadi contoh bahwa kemajuan dunia usaha harus berjalan seiring dengan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap hukum.
(M.Dahlan/red)






