Pengakuan Terduga Pelangsir Solar Subsidi di Lampung Tengah: Klaim Bekerja Sama dengan Oknum Anggota, Minta Penertiban Menyeluruh

Lampung Tengah | Krimsus86.com,

Seorang pria bernama Sumari (51), warga Kampung Setia Bumi (SB 7), Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, yang diduga terlibat dalam aktivitas penyimpangan BBM subsidi jenis solar, menyampaikan pengakuannya saat dikonfirmasi tim media di sekitar SPBU 24.341.121 SB 1 Seputih Banyak.

Berita Lainnya

Dalam keterangannya, Sumari mengaku dirinya bukan satu-satunya pihak yang melakukan aktivitas pelangsiran BBM subsidi di lokasi tersebut.

“Pemain BBM subsidi jenis solar dan pertalite bukan hanya saya. Kenapa hanya saya yang diberitakan? Kan banyak orang yang melangsir, temui semua lah,” ujar Sumari.

Berdasarkan pantauan tim media, terlihat sejumlah kendaraan roda empat dan sepeda motor mengantre untuk membeli BBM subsidi. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan memanjang hingga ke badan jalan dan dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan di sekitar SPBU.

Sementara itu, pria lain yang mengaku bernama Jepri, warga RP 3 Kabupaten Lampung Timur, saat dikonfirmasi mengaku sedang memuat lima jeriken BBM subsidi jenis solar menggunakan truk kuning bernomor polisi BE 8681 IT.

Menurut pengakuannya, tiga jeriken dibeli dengan harga sekitar Rp330.000 per jeriken, sedangkan dua jeriken lainnya diperoleh melalui antrean pembelian di SPBU.

“Mobil-mobil yang parkir di kebun itu pelangsir semua. Ada yang namanya Kancil dan lainnya,” ungkap Jepri.

Tim media juga berupaya menghubungi seseorang yang disebut dengan nama “Kancil” melalui sambungan WhatsApp, namun hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan.

Selain itu, seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut masih terdapat sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam aktivitas pelangsiran BBM subsidi di SPBU tersebut.

Dalam pengakuannya, Sumari juga mengklaim bekerja sama dengan seseorang bernama Handoyo, yang disebutnya sebagai oknum anggota yang bertugas di Metro.

“Kalau ada apa-apa dengan saya dan pemain minyak yang masuk sini, ya tanggung jawab Pak Handoyo,” ujar Sumari.

Ia juga mengaku memiliki kakak yang merupakan anggota berpangkat mayor. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan sepihak dari narasumber dan belum dapat diverifikasi kebenarannya.

Tim media telah berupaya menghubungi Handoyo untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Nomor telepon tim media juga dilaporkan telah diblokir sehingga konfirmasi lebih lanjut belum diperoleh.

Menyikapi kondisi tersebut, diharapkan pihak pengelola SPBU 24.341.121 Seputih Banyak dapat menyalurkan BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku serta memperketat pengawasan guna mencegah penyalahgunaan.

Tim media juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Lampung Tengah dan Polsek Seputih Banyak, untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang serta melakukan penyelidikan apabila ditemukan adanya dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Bersambung)

#(K-@6)

Pos terkait