TOBA, Krimsus86.com – Suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan semangat persaudaraan mewarnai perlombaan kearifan lokal Gaple/Dam Batu yang diselenggarakan Polres Toba dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Harungguan Mardemak Polres Toba, Kamis (18/6/2026), mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan peserta yang hadir.
Turnamen tersebut diikuti oleh 32 tim yang merupakan perwakilan dari 16 kecamatan se-Kabupaten Toba. Para peserta menunjukkan kemampuan, kecermatan, dan strategi terbaik dalam memainkan permainan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Batak.
Kapolres Toba, AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., mengatakan bahwa perlombaan Gaple/Dam Batu bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat serta upaya melestarikan warisan budaya lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan serta melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Toba,” ujar Kapolres.
Setelah melalui pertandingan yang berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:
Juara I Kecamatan Ajibata I Peserta: Dorasman Sidabutar dan Petrus Manurung
Juara II Kecamatan Habinsaran II Peserta: Binner Panjaitan dan Bronson Pardosi
Juara III Kecamatan Silaen II Peserta: Boston Hutagaol dan Ricardo Panjaitan
Juara IV Kecamatan Porsea I Peserta: Rican Napitupulu dan Parulian Napitupulu
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu menghadirkan hiburan yang positif sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Selain itu, kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui kegiatan bernuansa budaya dinilai semakin mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Toba terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya, persatuan, dan kebersamaan.
Semangat “Polri Untuk Masyarakat” terus diwujudkan melalui kehadiran nyata Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat, serta aktif mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
(Arzaq Khair)






