Krimsus86.com, Kutacane – Dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tenggara menjadi sorotan publik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor secara resmi mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Aceh Tenggara, untuk segera melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024–2025.
Perwakilan LSM Tipikor Aceh, Jupri Yadi R., melalui keterangan yang disampaikan kepada media oleh wartawan Ramadan, menyebut pihaknya telah mengantongi data puluhan paket kegiatan yang diduga bermasalah dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
“Kami meminta Kapolres Aceh Tenggara segera memproses temuan ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai publik meragukan kredibilitas aparat penegak hukum. Dari total kegiatan di Dinas Kesehatan, ada sekitar 20 poin krusial yang kami soroti karena terindikasi adanya penyalahgunaan anggaran,” tegas Jupri Yadi.
Berdasarkan data yang dihimpun LSM Tipikor, sejumlah paket kegiatan yang menjadi sorotan antara lain:
Pengadaan Pusling Puskesmas (Kewajiban 2024) – Rp6.708.350.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Belanja Obat dan BMHP – Rp5.663.392.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Pengadaan Mobil Ambulans Pusling – Rp1.400.000.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Pengadaan Pusling Roda Empat Puskesmas – Rp1.220.000.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Pengadaan PMT Balita dan Ibu Hamil (2024) – Rp655.813.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Belanja Modal Alat Kesehatan Umum (2024) – Rp539.117.300 – Metode E-Purchasing – APBD
Rehabilitasi Poskesdes Rantodior – Rp500.000.000 – Tender – APBD
Rehabilitasi Puskesmas Mamas – Rp500.000.000 – Tender – APBD
Pengadaan Dental Unit – Rp500.000.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Pengadaan PMT Susu Balita – Rp447.129.000 – Metode E-Purchasing – APBD
Rehabilitasi Gedung Dinas Kesehatan – Rp300.000.000 – Tender – APBD
Rehabilitasi Poskesdes Bun-Bun Indah – Rp300.000.000 – Tender – APBD
Pengadaan PMT Susu Balita Miskin (2024) – Rp198.544.500 – Metode E-Purchasing – APBD
Pemasangan Paving Block Puskesmas Naga Timbul – Rp150.000.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Rehabilitasi Pustu (Kuning, Kubu, Sempilang, Darul Aman) – masing-masing Rp150.000.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Pengadaan Mobiler Gedung PSC 119 – Rp139.670.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Belanja BBM dan Pelumas – Rp134.894.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Pengadaan PMT Biskuit Balita Miskin (2024) – Rp125.993.374 – Metode E-Purchasing – APBD
Pemasangan Instalasi Air Puskesmas Leuser – Rp72.300.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Pengadaan Vitamin Balita Miskin (2024) – Rp69.297.522 – Metode E-Purchasing – APBD
Selain daftar tersebut, LSM Tipikor juga mencatat adanya sejumlah item pengadaan lain seperti alat tulis kantor (ATK), buku, serta kegiatan pemeliharaan rutin yang turut masuk dalam daftar audit internal lembaga tersebut.
Menurut Jupri Yadi, transparansi dalam pengelolaan anggaran di sektor kesehatan merupakan hal yang sangat penting karena program-program tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyoroti pola pengadaan langsung serta pelaksanaan kegiatan secara swakelola pada beberapa proyek fisik yang dinilai perlu ditelusuri lebih jauh oleh aparat penegak hukum.
“Masyarakat menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum. Jika memang ditemukan adanya penyalahgunaan anggaran, tidak ada alasan untuk menunda proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Penulis: Ramadan
Editor: Redaksi






