Krimsus86.com, Indramayu – Nasib tragis menimpa Nur Watirih (49), warga Blok Bedug, Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, yang dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi pada 9 Februari 2026. Kabar duka ini diterima keluarga pada 15 Februari 2026 melalui kerabat yang bekerja di Arab Saudi dan dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh.
Menurut keterangan keluarga, jenazah Nur Watirih ditemukan di samping tempat sampah depan apartemen tempat korban bekerja dengan kondisi mengenaskan, diduga akibat penganiayaan menggunakan benda tajam. Wajah korban bahkan sulit dikenali karena luka parah yang dialami.
Adik korban, Maghfuroh (29), menyampaikan kesedihannya:
“Sudah dua tahun enggak ada kabar, sampai akhirnya dikabarin sama saudara yang juga kerja di sana kakak saya meninggal dunia. Kami ikhlas kalau memang sudah takdir, tapi tidak bisa menerima jika ada penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa kakak saya,” ungkapnya di rumah duka, Minggu (8/3/2026).
Diketahui, Nur Watirih berangkat ke Arab Saudi pada awal 2022 melalui jalur tidak resmi. Selama tahun pertama, korban sempat mengirimkan uang tiga kali untuk keluarga di kampung halaman. Namun komunikasi terputus total selama dua tahun hingga kabar kematiannya diterima keluarga.
Pelaku penganiayaan dilaporkan telah diamankan oleh otoritas Arab Saudi, dan kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh kepolisian setempat. Pihak KBRI terus menjalin komunikasi dengan keluarga untuk memberikan informasi terkini terkait proses hukum kasus ini.
Keluarga Nur Watirih menegaskan akan menuntut keadilan dan berharap pelaku dijatuhi hukuman setimpal atau qisas sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, khususnya melalui jalur resmi yang aman.
Sumber: Krimsus86.com
Korwil Jawa Barat: Wardono HS, S.E
Editor: Korwil Jawa Barat






