Kecil Kemungkinan Aep–Maslani Lupakan Janji Politik, Pengamat: Pemerintahan Masih On the Track

Krimsus86.com/ Karawang —

Genap satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh–H. Maslani, dinamika kritik dan harapan publik terus mengalir. Tak hanya dari kalangan pemuda, sorotan juga datang dari praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan publik, Asep Agustian, SH., MH., yang menilai kecil kemungkinan pasangan Aep–Maslani melupakan janji-janji politik yang pernah disampaikan saat Pilkada.
Menurut Asep Agustian, janji politik Aep–Maslani bukan sekadar slogan kosong. Janji tersebut telah terangkum jelas dalam tagline “Karawang Maju” dan diperkuat melalui visi-misi yang kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini, kata dia, menjadi pijakan kuat sekaligus komitmen formal yang sulit untuk diabaikan.

Berita Lainnya

“Walaupun saya bukan pendukung Aep–Maslani saat Pilkada, tapi dalam konteks tagline Karawang Maju, kita harus bicara jujur dan objektif. Menurut saya, satu tahun pemerintahan Aep–Maslani masih on the track,” ujar Asep Agustian, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, soliditas partai politik koalisi pengusung Aep–Maslani juga menjadi faktor penting. Hingga kini, parpol pendukung masih terlihat kompak dalam mengawal dan mendorong setiap kebijakan pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai memperkuat stabilitas politik sekaligus konsistensi arah pembangunan.

Terkait janji politik penggratisan buku paket dan Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi sekolah negeri yang belakangan ramai dipertanyakan publik—khususnya di media sosial—Asep Agustian tidak menampik adanya kegelisahan masyarakat. Namun demikian, ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa janji tersebut tidak mungkin dilupakan begitu saja.

Pria yang akrab disapa Askun itu menjelaskan, belum terealisasinya program buku paket dan LKS gratis besar kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal, yakni pemangkasan Transfer Kas Daerah (TKD) Karawang yang nilainya mencapai lebih dari Rp 700 miliar. Kondisi tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah efisiensi anggaran, yang berdampak langsung pada penundaan sejumlah program, termasuk pengadaan buku dan LKS gratis.

Selain itu, Askun menilai fokus pembangunan sektor pendidikan di era Aep–Maslani saat ini masih diarahkan pada pembenahan infrastruktur. Mulai dari pembangunan ruang kelas baru (RKB) hingga renovasi dan peremajaan gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan.

“Kalau saya melihatnya seperti itu. Bisa kita lihat sendiri, selain infrastruktur jalan yang kini sudah banyak membaik, gedung-gedung sekolah yang menjadi kewenangan daerah juga mulai banyak direnovasi dan diperbaiki oleh pemerintahan Aep–Maslani,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Askun mengingatkan bahwa satu tahun masa pemerintahan pada hakikatnya masih tergolong singkat—ibarat seumur jagung. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan memberi ruang waktu bagi pemerintah daerah merealisasikan seluruh janji politiknya.

“Saya pribadi memilih berpikir positif saja. Selama pemerintahan hari ini masih on the track, di situlah masyarakat perlu bersabar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan Aep–Maslani bukanlah pemerintahan yang anti kritik. Justru sebaliknya, menurut Askun, ruang kritik dan saran masih terbuka lebar sebagai bagian dari niat baik untuk membangun Karawang ke arah yang lebih maju.

“Lagian saya melihat kepemimpinan Aep–Maslani bukan pemerintahan yang anti kritik kok. Artinya, masih ada niatan baik untuk menerima kritik dan saran dari siapa pun,” pungkasnya.

 

(Red)*

Pos terkait