Polres Kuningan Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, FGD Satukan Langkah Cegah Travel Ilegal

 

KUNINGAN, KRIMSUS86.COM – Polres Kuningan terus memperkuat perlindungan masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melalui sinergi lintas sektor.

Berita Lainnya

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Polri dan Penyelenggara Travel Haji dan Umrah dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Kabupaten Kuningan”, yang digelar pada Rabu (23/7/2026) di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasat Binmas Polres Kuningan AKP Supian, S.Sos., didampingi Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz, S.H., CPHR., serta Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.

Turut hadir sekitar 30 peserta yang terdiri atas para penyelenggara dan pengelola travel haji dan umrah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, AKP Supian menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan penyelenggara perjalanan ibadah merupakan langkah strategis untuk mencegah praktik travel ilegal maupun berbagai bentuk penipuan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan H. Ahmad Fauzi menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat agar mampu memilih penyelenggara haji dan umrah yang memiliki legalitas resmi serta memenuhi ketentuan pemerintah.

Pada sesi materi, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz, S.H., CPHR., yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, mengingatkan seluruh penyelenggara agar menjalankan usaha secara profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap praktik penyelenggaraan haji dan umrah akan terus diperkuat guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Diskusi yang dipandu Aiptu M. Khafid, S.Pd.I., M.Pd., berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari para peserta. Dalam FGD tersebut, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain mendorong sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan Aplikasi SATU HAJI untuk memastikan legalitas penyelenggara haji dan umrah.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi antara penyelenggara travel, Kementerian Haji dan Umrah, serta Polres Kuningan akan terus diperkuat guna menyelesaikan setiap permasalahan secara cepat dan tepat.

Peserta FGD juga mengajak seluruh pihak untuk segera melaporkan apabila menemukan praktik umrah mandiri yang berkembang menjadi kegiatan perekrutan jamaah tanpa izin resmi.

Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, kepolisian, dan penyelenggara travel juga dinilai penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang aman, legal, serta terpercaya.

Melalui kegiatan FGD tersebut, Polres Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan langkah preventif, edukatif, dan kolaboratif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meminimalkan potensi pelanggaran, mencegah munculnya travel ilegal, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang profesional.

FGD tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara Polres Kuningan, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, serta seluruh penyelenggara travel agar pelayanan kepada calon jamaah semakin berkualitas, aman, dan memberikan kepastian hukum.

Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan tercipta penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang aman, tertib, legal, terpercaya, serta mendukung terwujudnya situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Kuningan.

(TIM MEDIA GROUP FRIC)

Pos terkait