Pengawasan Ketat, Fasilitator Pastikan Rehabilitasi TK Negeri Waegernangan Tepat Sasaran

BURU — KRIMSUS86.COM — Program bantuan rehabilitasi fasilitas pendidikan di TK Negeri Waegernangan, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, mendapat pengawasan dan monitoring secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi berjalan sesuai spesifikasi teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Kehadiran tim fasilitator dan tenaga pendamping monitoring di lapangan menjadi bagian penting dalam mendampingi pihak satuan pendidikan selama proses rehabilitasi berlangsung. Pendampingan dilakukan untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.

Berita Lainnya

Selain memantau pelaksanaan fisik, tim juga memberikan pendampingan terkait aspek teknis konstruksi bangunan serta administrasi dan pelaporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Dengan demikian, proses rehabilitasi diharapkan dapat diselesaikan sesuai target waktu dan ketentuan yang berlaku.

Kepala TK Negeri Waegernangan menyampaikan bahwa program rehabilitasi tersebut sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak usia dini.

Menurutnya, pengawalan dan monitoring secara langsung dari fasilitator memberikan dukungan kepada pihak sekolah agar proses pengerjaan dapat berjalan dengan baik serta memenuhi standar mutu bangunan yang diharapkan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru juga terus mendorong sinergi antara pihak sekolah, komite sekolah, fasilitator, serta tim teknis di lapangan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu meminimalkan berbagai kendala selama pelaksanaan pekerjaan sekaligus memastikan bantuan rehabilitasi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkala, setiap tahapan pekerjaan diharapkan dapat terlaksana sesuai perencanaan, sehingga fasilitas yang telah direhabilitasi nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran dan meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Buru.

(Ewin B. Ollong//Red)

Pos terkait