GARUT, KRIMSUS86.COM — Harapan masyarakat, khususnya para petani di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, untuk memiliki akses jalan pertanian yang lebih layak mulai terwujud. Pembangunan jalan pertanian yang dibiayai melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (9/9/2026), proses pengecoran jalan pertanian terlihat telah terealisasi sekitar 90 persen. Jalan beton tersebut diharapkan dapat mempermudah akses menuju areal pertanian sekaligus memperlancar mobilitas petani dalam mengangkut sarana produksi maupun hasil panen.
Pembangunan jalan tersebut tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp209.019.700 dan dilaksanakan oleh CV Jembar Rizki Barokah. Berdasarkan informasi pekerjaan di lapangan, proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2 November 2026.
Bagi masyarakat tani, keberadaan jalan pertanian bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Akses tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari petani, mulai dari pengangkutan pupuk dan sarana produksi hingga distribusi hasil panen.
Ketua Kelompok Tani Mekar Wangi, Habib Bunanjar, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena akses yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam aktivitas pertanian mulai mendapat perhatian.
“Jalan ini sangat kami butuhkan. Dulu kalau musim hujan becek dan susah membawa hasil panen menggunakan motor atau gerobak. Sekarang alhamdulillah sudah mulai dicor. Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa segera kami manfaatkan,” ujar Habib.
Habib berharap proses pembangunan dapat diselesaikan sesuai target, sekaligus memperhatikan spesifikasi teknis dan kualitas pekerjaan. Menurutnya, jalan tersebut tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan saat ini, tetapi diharapkan dapat bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan kondisi jalan yang lebih layak, petani diharapkan dapat lebih mudah membawa pupuk dan berbagai sarana produksi menuju lahan. Begitu pula dengan pengangkutan hasil pertanian dari area perkebunan atau persawahan menuju permukiman maupun titik pengumpulan.
Pembangunan akses tersebut juga diharapkan dapat membantu menekan biaya angkut serta memperlancar distribusi hasil pertanian. Apabila dikerjakan secara optimal dan sesuai ketentuan, keberadaan jalan pertanian ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat petani di Desa Mekarjaya.
Kini masyarakat tinggal menunggu penyelesaian pembangunan jalan tersebut. Harapannya, anggaran yang telah dialokasikan melalui program DBHCHT dapat menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
Pewarta: Dinar
KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya






