Pemkab Muba Konsolidasikan CSR Perusahaan untuk Penanganan Jalan dan Jembatan

SEKAYU, KRIMSUS86.COM — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengonsolidasikan dukungan dunia usaha melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk membantu penanganan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Bumi Serasan Sekate.

Konsolidasi tersebut dilakukan melalui rapat Forum TJSL yang digelar di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu (23/9/2026). Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen selaku Pembina Forum TJSL, bersama jajaran pemerintah daerah, camat, serta perwakilan perusahaan yang tergabung dalam Forum TJSL, BUMN dan BUMD.

Berita Lainnya

Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen mengatakan keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha melalui program CSR/TJSL diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap penanganan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kabupaten Muba adalah rumah kita bersama. Di sinilah kita mencari penghidupan, membesarkan anak dan menjalani kehidupan. Maju atau mundurnya Muba menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati Muba H M Toha Tohet SH, program CSR perusahaan pada 2026 diarahkan antara lain untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan.

Tiga hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut meliputi sinkronisasi program CSR dengan prioritas pembangunan daerah, pelaksanaan program sesuai kesepakatan, serta transparansi dan akuntabilitas melalui laporan resmi.

“Kita berharap forum ini tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas atau seremonial. Ini merupakan kewajiban bersama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Muba,” katanya.

18 Ruas Jalan Jadi Perhatian

Kepala Bapperida Muba Dr H Mursalin SE MM menjelaskan, Forum TJSL melibatkan perusahaan dari berbagai sektor, antara lain perkebunan, migas, pertambangan, industri, perdagangan dan bidang usaha lainnya.

Berdasarkan hasil pemetaan awal yang dilakukan pemerintah daerah di 15 kecamatan, terdapat 18 ruas jalan yang menjadi perhatian dengan total panjang mencapai 270,73 kilometer.

Dari jumlah tersebut, sekitar 126,69 kilometer disebut berada dalam kondisi rusak berat. Salah satu alternatif penanganan yang dipertimbangkan adalah melalui konstruksi beton.

Adapun estimasi kebutuhan biaya penanganan seluruh ruas yang masuk dalam pemetaan mencapai sekitar Rp202,55 miliar, dengan 105 perusahaan masuk dalam pemetaan dukungan program.

“Pemetaan ini menjadi dasar untuk menyinkronkan potensi dukungan perusahaan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah Muba,” jelas Mursalin.

Pemkab Muba juga telah menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Muba tertanggal 16 September 2026 terkait komitmen dukungan program TSP/CSR untuk penanganan infrastruktur jalan dan jembatan.

Sementara itu, Ketua Umum Forum TJSL Perusahaan Irwandi (ADR Group) melalui Wakil Ketua I Eri Saragih (Indah Group) menyatakan kesiapan forum untuk bersinergi dengan program pemerintah daerah.

Pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat pelaksanaan program CSR perusahaan agar lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh perusahaan untuk menyinkronkan program CSR dan mendukung pembangunan Kabupaten Muba, khususnya sektor infrastruktur jalan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Muba juga menyerahkan surat dukungan program CSR untuk penanganan infrastruktur jalan secara simbolis kepada perwakilan perusahaan.

Pewarta: Enismiyana

Biro Kab. Muba

KRIMSUS86.COM

Pos terkait