Nasi yang Basi Digoreng Lagi: Character Assassination terhadap Bupati Aceh Timur

Krimsus86.com Aceh Timur – Dinamika politik di Kabupaten Aceh Timur belakangan kembali menjadi perhatian publik. Isu personal yang menyeret nama Bupati Iskandar Usman Alfarlaky dinilai masih dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai komoditas politik pragmatis demi membentuk opini publik yang menyesatkan.

Pengamat politik lulusan FISIP UNPAS Bandung, K. Panjaitan, menilai bahwa polemik tersebut sejatinya mulai mereda setelah Bupati Aceh Timur memberikan klarifikasi secara terbuka melalui konferensi pers beberapa waktu lalu. Klarifikasi tersebut dinilai berhasil memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat terkait duduk persoalan yang sebenarnya.

Berita Lainnya

“Publik pada awalnya menerima informasi secara sepihak karena derasnya arus pemberitaan di media sosial dan platform digital. Namun setelah adanya penjelasan langsung dari Bupati, masyarakat mulai memperoleh gambaran yang lebih berimbang dan objektif,” ujar K. Panjaitan dalam keterangannya.

Namun demikian, saat situasi mulai kondusif, muncul kembali upaya-upaya yang dianggap sengaja menghidupkan isu lama demi kepentingan politik tertentu. Bahkan, seorang anggota DPRA dari salah satu partai nasional disebut-sebut berupaya melakukan blow up politik melalui media sosial dengan menggiring opini publik secara negatif.

Menurut K. Panjaitan, langkah tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk character assassination atau pembunuhan karakter, yakni strategi politik yang berupaya menghancurkan reputasi seseorang melalui rumor, fitnah, serta manipulasi informasi demi kepentingan tertentu.

“Ibarat nasi basi yang digoreng kembali agar terlihat layak disantap, isu ini dipaksakan untuk kembali hidup padahal masyarakat sudah mulai tidak tertarik lagi membahasnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa praktik politik pragmatis semacam ini sangat berbahaya bagi kualitas demokrasi karena lebih mengutamakan kepentingan politik jangka pendek dibandingkan etika, moral, dan substansi kebenaran.

Di tengah kondisi masyarakat Aceh Timur yang masih berupaya bangkit dari dampak banjir dan longsor, publik dinilai lebih membutuhkan kerja nyata, solusi konkret, pembangunan infrastruktur, serta perhatian terhadap pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat dibandingkan kegaduhan politik yang tidak produktif.

“Masyarakat berharap Bupati Iskandar Usman Alfarlaky kembali fokus penuh pada agenda pembangunan dan pelayanan rakyat. Sementara para elit politik seharusnya memberi pendidikan politik yang sehat, bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi kebencian dan manuver yang kontraproduktif,” lanjutnya.

K. Panjaitan juga menegaskan bahwa fakta di lapangan menunjukkan isu tersebut sudah mulai ditinggalkan masyarakat. Percakapan di ruang-ruang publik seperti warung kopi maupun komunitas warga tidak lagi menjadikan polemik tersebut sebagai pembahasan utama.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan praktik pembunuhan karakter dan lebih mengedepankan kepentingan rakyat serta menjaga stabilitas politik daerah demi terciptanya suasana yang kondusif di Kabupaten Aceh Timur.(Saiful // red)

Pos terkait