Kuota Pertalite SPBU Mensung Parit Pundanga Dinilai Belum Mencukupi, Manajemen Minta Penambahan hingga 24 Ton

PARIGI MOUTONG, SULAWESI TENGAH — KRIMSUS86.COM — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Mensung, Parit Pundanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali menjadi perhatian. Manajemen SPBU menilai kuota yang tersedia saat ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama dengan tingginya antrean kendaraan yang terjadi setiap hari.

Pada 7 September 2026, manajemen SPBU Mensung Parit Pundanga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan kuota Pertalite hingga mencapai 24 ton, bahkan diharapkan dapat diberikan secara tiga kali berturut-turut guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya

Menurut informasi yang disampaikan, saat ini kuota yang ditetapkan hanya sekitar 8 ton, sehingga dinilai belum sebanding dengan kebutuhan konsumen yang datang ke SPBU tersebut.

Kondisi tersebut disebut menyebabkan antrean kendaraan memadati area SPBU. Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk kendaraan yang digunakan oleh petani dan nelayan untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Salah seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan permintaan manajemen SPBU terkait penambahan kuota tersebut.

“Seharusnya pemerintah memenuhi permintaan manajemen hingga 24 ton karena antrean terjadi setiap hari. Kondisi ini perlu mendapat perhatian agar kebutuhan kendaraan masyarakat, termasuk petani dan nelayan, dapat terpenuhi,” ujar pengendara tersebut.

Masyarakat berharap adanya evaluasi terhadap kuota Pertalite di SPBU Mensung Parit Pundanga, sehingga distribusi BBM dapat lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan mampu mengurangi kepadatan antrean.

Terkait permintaan penambahan kuota tersebut, diperlukan penjelasan dan tindak lanjut dari pihak pemerintah maupun instansi terkait agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai ketersediaan serta distribusi Pertalite di wilayah tersebut.

(Kiman//red)

Pos terkait