Krimsus86.com Makassar, 25 April 2026 — Batalyon Infanteri 700/Wira Yudha Sakti Kodam XIV/Hasanuddin memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam kericuhan demonstrasi di depan Universitas Muslim Indonesia pada 24 April 2026.
Komandan Batalyon Infanteri 700/Wira Yudha Sakti, Iwan Sunaria, menegaskan bahwa pria yang terlihat dalam video tersebut bukan merupakan anggota TNI, khususnya dari satuan yang dipimpinnya. Penegasan ini disampaikan setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi internal secara menyeluruh.
“Kami tegaskan bahwa personel yang dimaksud dalam video tersebut bukan anggota kami. Saat ini yang bersangkutan telah bersama kami untuk memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian yang sebenarnya,” ujar Letkol Infanteri Iwan Sunaria dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa klarifikasi ini penting guna mencegah kesalahpahaman yang dapat merugikan institusi TNI maupun individu yang bersangkutan, serta sebagai bentuk komitmen dalam menjaga transparansi informasi di ruang publik.
Sementara itu, pria dalam video yang diketahui bernama Suhaib (21) turut memberikan penjelasan. Ia mengaku pada malam kejadian awalnya berada di kawasan Mall Nipah untuk menghadiri konser. Namun karena acara belum dimulai, ia melihat kerumunan massa di depan kampus UMI dan mendatangi lokasi tersebut.
Saat berada di sekitar gerbang kampus, Suhaib mengaku sempat dihentikan oleh aparat kepolisian dan dimintai identitas.
“Saya sudah memberikan identitas, tetapi diminta mengaku sebagai anggota TNI. Saya tegaskan bahwa saya bukan anggota TNI,” ungkapnya.
Suhaib juga menjelaskan bahwa pakaian yang dikenakannya berupa kaos bertuliskan “Rider” yang dibelinya secara daring. Ia menegaskan bahwa penggunaan atribut tersebut murni karena ketertarikan pribadi terhadap TNI Angkatan Darat, bukan untuk mengaku sebagai bagian dari institusi militer.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dirinya bekerja sebagai petugas keamanan (security) di salah satu perumahan dan tidak memiliki keterkaitan dengan institusi TNI maupun militer lainnya.
Melalui klarifikasi ini, Yonif 700/Wira Yudha Sakti berharap informasi yang beredar di masyarakat dapat diluruskan serta tidak menimbulkan keresahan publik. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial, serta memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.(Mj@19//red)






