MALUKU UTARA — KRIMSUS86.COM — Kisah kemanusiaan mewarnai perjalanan Kapal Sabuk Nusantara 105. Seorang penumpang bernama Noel Sangkiring, warga asal Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, harus menjalani perjalanan laut dalam kondisi tubuh yang masih lemah setelah menjalani operasi usus buntu di Ternate.
Noel sebelumnya dibawa keluarganya untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut di Ambon. Namun, kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih membuat perjalanan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan.
Selama berada di atas Kapal Sabuk Nusantara 105, Noel hanya mampu terbaring di tempat tidur. Kondisi pascaoperasi membuatnya belum mampu beraktivitas maupun bergerak seperti biasanya sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan selama perjalanan.
Melihat kondisi tersebut, awak Kapal Sabuk Nusantara 105 turut menunjukkan kepedulian. Mereka memberikan perhatian dan membantu memastikan Noel tetap mendapatkan pendampingan selama berada di kapal.
Rasa kepedulian juga datang dari sesama penumpang. Sejumlah penumpang yang melihat kondisi Noel kemudian tergerak untuk memberikan bantuan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum selama perjalanan.
Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, namun bagi Noel yang tengah menjalani masa pemulihan dan berada jauh dari keluarga, perhatian itu memiliki arti yang sangat besar.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian dan rasa kemanusiaan masih tumbuh di tengah masyarakat. Para penumpang membantu semampu mereka tanpa memandang apakah sebelumnya mengenal Noel atau tidak.
Kini, Kapal Sabuk Nusantara 105 telah sandar di Pelabuhan Ahmad Yani. Dengan kondisi Noel yang masih lemah, kehadiran keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan serta memastikan dirinya mendapatkan penanganan dan perawatan yang diperlukan.
Keluarga Sangkiring di Sidangoli diharapkan dapat segera mengetahui kondisi Noel dan memberikan pendampingan, termasuk menjemputnya apabila memungkinkan. Dalam kondisi pemulihan seperti ini, kehadiran keluarga tentu menjadi dukungan penting bagi Noel.
Alhamdulillah, selama perjalanan Noel tidak dibiarkan sendirian. Awak kapal dan para penumpang telah memberikan perhatian serta bantuan sesuai kemampuan mereka, termasuk membantu memenuhi kebutuhan makan dan minum.
Semoga setiap uluran tangan yang diberikan kepada Noel menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Untuk keluarga Sangkiring, jemputlah Noel. Ia sedang dalam kondisi lemah dan membutuhkan kehadiran keluarga di saat-saat seperti ini.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keselamatan, dan kesembuhan kepada Noel Sangkiring, serta mempertemukannya kembali dengan keluarga tercinta dalam keadaan selamat.
Sebab, bagi seseorang yang sedang sakit dan jauh dari keluarga, terkadang satu uluran tangan dan sedikit kepedulian dapat menjadi harapan yang sangat besar.
Pewarta: Wita Amanan/Tim Krimsus






