Kepala BNN Aceh Ingatkan Alumni UUI, Ancaman Narkoba Kini Menyasar hingga Gampong

BANDA ACEH FRIC, KRIMSUS86.COM — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengingatkan para alumni Universitas U’budiyah Indonesia (UUI) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pesan tersebut disampaikan Dedy Tabrani saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Universitas U’budiyah Indonesia (UUI) ke-XVI di Gedung Dayah Dawood Darussalam, Minggu (26/7/2026).

Berita Lainnya

Di hadapan para wisudawan dan keluarga, Dedy menyampaikan bahwa persoalan narkotika tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan. Menurutnya, peredaran narkotika telah menjangkau lingkungan masyarakat hingga tingkat gampong.

“Hari ini narkoba sudah memasuki gampong-gampong,” demikian pesan yang disampaikan Kepala BNN Aceh tersebut.

Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Ancaman penyalahgunaan narkotika dapat menyasar berbagai kelompok tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan maupun status sosial.

Karena itu, momentum wisuda diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Dedy mengajak para alumni UUI untuk turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan narkotika di tengah masyarakat. Dengan bekal pendidikan yang dimiliki, para lulusan diharapkan dapat memberikan pengaruh positif sekaligus ikut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkotika.

Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan masa depan individu, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, lingkungan sosial serta kualitas sumber daya manusia.

“Jangan sampai prestasi dan masa depan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun rusak hanya karena narkoba,” pesannya.

Dedy juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, lingkungan kampus, masyarakat dan pemerintah dalam membangun upaya pencegahan. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan partisipasi berbagai pihak.

Para lulusan perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis sebagai generasi terdidik untuk turut menyampaikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Terlebih dengan adanya ancaman peredaran narkotika hingga lingkungan gampong, kewaspadaan masyarakat perlu terus diperkuat. Keluarga dan masyarakat diharapkan tidak bersikap apatis apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga mengajak para wisudawan menjadikan kelulusan sebagai awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

“Lulusan perguruan tinggi harus menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif, termasuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” pesannya.

Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian

Rapat Senat Terbuka Wisuda UUI ke-XVI menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan berikutnya. Para alumni diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang berintegritas, produktif dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Pesan Kepala BNN Aceh mengenai ancaman narkotika menjadi salah satu pengingat bahwa keberhasilan pendidikan perlu diiringi tanggung jawab sosial serta kemampuan menjaga diri dan lingkungan.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap potensi penyalahgunaan narkotika hingga tingkat gampong, generasi muda diharapkan dapat berperan dalam membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

(RED//TIM MEDIA FRIC)

Pos terkait