Krimsus86.com | Medan – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya percepatan transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi institusi kepolisian modern yang mampu menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Pesan tersebut disampaikan dalam amanat Presiden pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dibacakan oleh Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., saat memimpin upacara di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).
Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan bahwa dinamika global saat ini ditandai dengan meningkatnya rivalitas geopolitik, ancaman perang siber, kejahatan lintas negara, hingga ketidakpastian ekonomi dunia yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional.
Oleh karena itu, Presiden meminta seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan kemampuan membaca perkembangan situasi secara cepat dan tepat, sehingga mampu mengantisipasi berbagai potensi ancaman melalui pendekatan yang prediktif dan adaptif.
“Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik,” demikian amanat Presiden yang dibacakan Wakapolda Sumut.
Presiden juga menekankan bahwa transformasi Polri harus diwujudkan melalui lima langkah strategis, yaitu memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, Presiden mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat transparansi, mempercepat respons terhadap pengaduan masyarakat, serta membangun komunikasi publik yang lebih terbuka.
Menurut Presiden, perkembangan ancaman keamanan di era digital berlangsung sangat cepat sehingga kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan multidimensional, termasuk kejahatan siber dan kejahatan transnasional.
Presiden menegaskan bahwa Polri masa depan harus menjadi institusi yang berbasis data, adaptif terhadap perubahan, mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta tetap menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Sumatera Utara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara mewakili Gubernur Sumut, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Sumut, pejabat utama Polda Sumut, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Menutup amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin kompleks. Namun, dengan terus melakukan pembenahan, memperkuat integritas, serta menjaga kepercayaan masyarakat, Polri diyakini mampu menjadi institusi yang semakin profesional dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan berkeadilan.
(Arzaq Khair)






